Sepekan Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Telur Naik

Berita, Daerah16 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Sepekan menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Muara Enim mulai mengalami kenaikan, terutama cabai dan telur.

Hal tersebut terungkap saat Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. dalam rangka monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan, di Pasar Muara Enim dan Tanjung Enim, Rabu (11/2/2026).

Dalam sidak kali ini, Wabup Muara Enim bersama Satgas Ketahanan Pangan melakukan peninjauan ke beberapa toko-toko agen sembako untuk memastikan ketersediaan, terutama menghadapi bulan suci Ramadan mendatang.

Setelah itu, dilanjutkan ke kios dan lapak para pedagang kaki lima untuk mengecek dan berdialog langsung dengan para pedagang tentang permasalahan atau kendala dan penyebab sembako yang mulai mengalami kenaikan sembari memberikan solusi atas kenaikan tersebut.

Menurut salah seorang pedagang Sayuran, Yuni (45) mengatakan bahwa secara umum harga sembako dan sayuran masih stabil, namun ada yang mulai naik yakni cabai dan tomat.

“Kalau untuk cabai merah dari Rp35 ribu per kg naik menjadi Rp45 ribu per kg, cabai setan dari Rp60 ribu per kg naik menjadi Rp80 ribu per kg,” katanya.

Kemudian, lanjut Yuni, untuk sayuran tomat dari sebelumnya Rp8 ribu per kg naik menjadi Rp12 ribu per kg.

Baca juga:  Wabup Sumarni Tekankan GOW Dukung Pertumbuhan Ekonomi Wanita

Kenaikan harga tersebut akibat modal sudah tinggi dan pasokannya sedikit. Malah cabai keriting sudah sebulan ini kosong.

“Pasokan sayuran dari Semendo dan Pagar Alam. Kenaikan ini sudah beberapa hari terakhir akibat pasokan sedikit dan harga modal sudah tinggi,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Robin (50), salah seorang pedagang telur, bahwa kenaikan telur ayam ini sudah empat hari terakhir dari Rp28 ribu per kg naik menjadi Rp30 ribu per kg.

“Kenaikan tersebut karena dari modalnya sudah naik, sehingga kita harus juga menaikkan untuk menutupi biaya angkut, transportasi dan lain-lain,” katanya.

Menurut Robin, kenaikan harga tersebut semestinya bisa ditekan seminimal mungkin jika sentra peternak telur dibuat dekat kota Muara Enim atau Pemkab Muara Enim mensubsidi biaya produksi seperti transportasi, biaya kuli angkut dan lain-lain.

“Mudah-mudahan pas puasa telur tidak naik lagi, sebab kalau naik kami pedagang juga rugi tidak ada yang beli,” harap Robin.

Sementara itu, Wabup Muara Enim Sumarni menyampaikan bahwa secara umum harga sejumlah komoditi seperti daging, ayam, bawang dan beras masih relatif stabil.

“Tetapi memang ada beberapa komoditi seperti telur dan cabai mulai mengalami kenaikan meski belum signifikan,” ujar Sumarni.

Untuk itu, dirinya telah meminta OPD terkait untuk mengintensifkan pengawasan pasar sehingga momen bulan suci Ramadan ini tidak dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menimbun barang yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga sembako di pasaran.

Baca juga:  Bupati dan Wabup Muara Enim Ikuti Parade Senja Retret di Magelang

“Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat dalam keadaan cukup dan aman,” ujar Wabup.

Orang nomor dua di Bumi Serasan Sekundang itu mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan guna membantu menciptakan ekonomi stabil dan berkelanjutan.

Selain itu, untuk menekan inflasi daerah dan mengantisipasi kenaikan sembako, sambung Wabup, pihaknya juga akan menggelar operasi pasar murah atau sejenisnya sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kita lagi cari formula untuk mengurangi mata rantai sembako sehingga bisa diterima dengan harga terjangkau di masyarakat Muara Enim,” pungkasnya. (Aal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *