MUARA ENIM, ENIMTV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menegaskan komitmennya mendukung program Sumsel Zero Konflik yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Muara Enim Tahun 2026 yang mengangkat tema “Pencegahan Bahaya Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Kabupaten Muara Enim Tahun 2026”.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim, Kamis (16/7/2026), dibuka secara resmi oleh Bupati Muara Enim yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Juli Jumatan Nuri, S.E.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta 50 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan pemuda.
Dalam sambutannya, Juli Jumatan Nuri menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan daerah, baik di bidang ekonomi maupun sosial.
“Perkembangan teknologi informasi di era digital menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.
Ia mengatakan media digital saat ini kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan paham intoleransi, radikalisme, berita bohong (hoaks), hingga ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk itu, Pemkab Muara Enim mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi.
Peningkatan literasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pada kesempatan tersebut, Juli juga menekankan pentingnya peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai mitra strategis pemerintah dalam melakukan deteksi dini dan identifikasi cepat terhadap berbagai potensi ancaman maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“FKDM tidak boleh hanya bersikap reaktif ketika konflik telah terjadi, tetapi harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat wawasan kebangsaan yang berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Juli berharap seluruh peserta sosialisasi mampu menjadi agent of change di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kewaspadaan terhadap potensi konflik sosial.
“Masyarakat harus berani dan proaktif melaporkan ke pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku jika menemukan adanya indikasi penyebaran paham radikal atau potensi konflik sosial. Dengan bersinergi, kita optimistis Bumi Serasan Sekundang akan tetap aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya. (Aal)








