YLKI Lahat Pertanyakan Harga Gas Melon Di Lahat Melambung Hingga Rp25.000, Pertamina & Komisi II DPRD Lahat Wacanakan Sistem Kartu Kendali

Berita, Sumsel683 views

LAHAT, ENIMTV – Gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan harganya di tingkat pengecer melambung hingga Rp20.000 s.d. Rp25.000 per tabung. Bahkan ada salah satu mini market Graha Lahat yang menjual eceran Rp25.000.

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Eceran Tertinggi (HET) per tabung gas melon tersebut sampai di tingkat Konsumen Rumah Tangga Miskin (RTM) sebesar Rp15.650.

Berdasarkan hasil temuan dan investigasi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat, tabung gas melon bersubsidi tersebut dimonopoli oleh salah satu agen yang ada di Kab. Lahat.

“Hasil temuan kami, dalam 1 kelurahan ada 7 pangkalan memonopoli 11.000 tabung, sementara Rumah Tangga Miskin yang ada di kelurahan tersebut hanya 500 KK. Dimana fungsi pengawasan Pertamina?,” ujar Ketua YLKI Lahat Ir. Sanderson Safei saat rapat bersama Komisi II DPRD Lahat dan Pertamina di Ruang Rapat Komisi II DPRD Lahat, Jumat (2/10/2020).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi II DPRD Lahat Dedi Candra, S.E. beserta anggota M. Tabroni., perwakilan Pertamina Bapak Aqil, perwakilan dari Disperindag Kab. Lahat, Ketua Asosiasi Hiswana Migas Lahat Bapak Firdaus, beserta pemilik 6 agen gas elpiji yang ada di Kab. Lahat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Lahat yang memfasilitasi rapat tersebut, berjanji akan mencarikan solusi yang salah satunya penyaluran Gas Elpiji 3 kg tersebut akan didistribusikan langsung ke desa-desa melalui BUMDES dan harganya akan mengacu pada HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Baca juga:  Bupati Lahat Lantik Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

“Bahkan nantinya akan diterapkan Sistem Kartu Kendali, di mana rumah tangga miskin dan usaha mikro yang hanya berhak menggunakan Gas Elpiji 3 Kg,” ujar Dedi.

Sementara itu, pihak PT. Pertamina Adamilyam Aqil dalam rapat tersebut menyepakati apa yang diwacanakan oleh Komisi II DPRD Lahat.

Terkait temuan YLKI adanya pangkalan yang menjual tabung di atas HET, pihak Pertamina berdalih bahwa pengawasan harga sampai di tingkat pangkalan sampai pengecer diserahkan kepada agen.

“Kami hanya mengawasi sampai di tingkat agen. Untuk pengawasan pangkalan, pengecer sampai di konsumen itu tugas agen,” ujar Aqil.

Sebagai informasi, di Kabupaten Lahat ada 6 agen Elpiji yang mengisi Tabung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT. Indomas Telaga Biru yaitu: 1. PT. Persada Abadi Lahat, 2. PT. Sentral Mandiri, 3. PT. Rezeki Raya, 4. PT. Kenari Permai, 5. PT. Hajjah Nurani Yohan, 6. PT. Alam Adom Keny.

Di bawah 6 agen tersebut, ada 273 Pangkalan yang menebus ke agen dengan harga Rp13.800/tabung (Great A) yang beradius 60 km dari SPBE dan berdasarkan aturan Pangkalan harus menjual ke RTM Rp15.650.

Namun, hasil investigasi EnimTV.com di lapangan, banyak pangkalan yang tidak menjual langsung ke RTM, melainkan menjual ke pengecer seperti warung. Hal tersebut lah yang memperpanjang rantai distribusi yang mengakibatkan harga bervariasi di lapangan.

Baca juga:  BSB Lahat Berikan Pengetahuan Keuangan Inklusif Kepada Pelajar SMAN 2 Lahat

Terpisah, salah satu pengecer menyarankan agar RTM untuk membeli langsung langsung kepangkalan jika ingin mendapatkan harga HET.

“Jika sudah sampai di pengecer tentunya harga sudah di atas HET,” ujar TR salah satu Pemilik Warung yang mengecer tabung Elpiji 3 kg saat dimintai tanggapannya oleh Enimtv.com. (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *