LAHAT, ENIMTV – Ratusan massa yang mengatasnamakan Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Modern Serelo (PPPTMS ) Lahat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lahat, menuntut agar Pemda setempat dapat mengambil alih pengelolaan Pasar Tradisional Modern (PTM) Serelo, Selasa (8/9/2020).
Ketua Forum Pedagang PTM Serelo Lahat, Dodo Arman didampingi PH Rusdi Hartono Somad mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan bukan karena resah keberadaan oknum yang mengatasnamakan pengelola PTM Serelo, melainkan aksi pungli yang marak terjadi, di antaranya pengelola meminta biaya renovasi lapak milik pedagang dengan harga yang sangat tinggi, karena dinilai memberatkan dan tidak sesuai dengan pendapatan saat ini.
“Kami tidak masalah jika retribusi yang dibebankan resmi dan sesuai aturan yang berlaku, namun kenyataannya kami masih harus membayar retribusi lain dan fasilitas umum, padahal lapak serta ruko yang ada resmi sudah beralih kepemilikan dan sah milik pedagang,” ujarnya disambut semangat berkobar–kobar dari para pedagang.

Pantauan awak media di lapangan, aksi unjuk rasa berjalan tertib dengan pengawalan petugas Satpol PP, Polres dan TNI Kodim 0405 Lahat. Setelah hampir lebih kurang dua jam berorasi, akhirnya perwakilan para pedagang diterima untuk mediasi di ruang Sekda Lahat.
Mendengar suara hati para ratusan pedagang PTM Serelo Lahat yang sudah sangat lelah dengan maraknya aksi pungli dan premanisme, akhirnya Bupati Lahat Cik Ujang, S.H. melalui Sekda H. Januarsyah Hambali, M.M. menuturkan, ia sangat apresiasi atas tuntutan yang disampaikan para pedagang. Namun agar permasalahan dapat selesai tanpa menimbulkan masalah baru, maka Pemkab meminta waktu dua minggu kedepan guna mempelajari seluruh dokumen dan tuntutan.
“Karenanya, dalam dua minggu kedepan jangan sampai ada aksi yang merugikan pihak itu sendiri, sembari menunggu kabar dari Pemkab Lahat. Insya Allah rasa keadilan tanpa mengesampingkan autaran yang berlaku akan diberikan Pemkab Lahat,” pungkasnya. (Endi)








