oleh

Gabungan Tim Basarnas Berjibaku Mencari Jenazah Asmuda

LAHAT, ENIMTV – Hingga hari ini, Kamis (28/5/2020), Gabungan dari berbagai tim penyelamatan Emergency Respon Team (Rescue) yang dikomandoi oleh Basarnas Provinsi Sumatera Selatan melalui Koordinator Pos Basarnas Pagar Alam beserta tim Basarnas dari PTBA, PT. PAMA, PT. SBS, PT. CK, PAJI Lahat, BNPB Kab. Lahat dan DPKP Pemkab Muara Enim terus berjibaku berupaya mencari jenazah Alm. Asmuda (61) warga desa Merapi, kec. Merapi Barat, kab. Lahat yang tenggelam di perairan sungai Lematang setelah terpental jatuh dari jembatan gantung desa setempat, akibat tertiup angin badai pada Selasa (26/05).

Menurut Kepala Basarnas Provinsi Sumsel, Heri Marantika, S.H., M.Si. melalui Kepala Pos Basarnas Kota Pagar Alam Alparis Z, M.Sos. selaku Ketua Tim Rescue saat dibincangi oleh awak media, pencarian ini sudah memasuki hari ke-3.

“Demi dapat menemukan jenazah korban, kita telah menerjunkan sejumlah tim gabungan. Mudah-mudahan jasad almarhum Asmuda dapat segera ditemukan,” ujar Alparis didampingi beberapa tim Rescue.

Kondisi air sungai Lematang yang keruh dan memiliki kedalaman hingga 20 Meter, lanjut Alparis, merupakan bagian dari tantangan kru yang bertugas di lokasi.

“Air yang keruh merupakan kendala Visibilitas (minimnya jarak pandang) saat menyelam hingga bagi para penyelam sangat sulit untuk menemukan keberadaan jasad korban,” jelasnya.

Baca juga:  Dandim 0405 Lahat Serahkan Paket Lebaran Kepada Anggota

Seluruh kru gabungan yang bertugas di lokasi Merapi berjumlah 6 perahu karet, yang dibekali mesin boat juga telah menggunakan teknik berputar di permukaan air untuk menciptakan ombak.

“Metode ini dilakukan agar jika kemungkinan korban tersangkut di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan air,” ujar Alparis.

Sementara itu, utusan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab Muara Enim (DPKP) Yulius, M.Si. melalui Edi Ramlan (Koordinator Tim Rescue) yang ikut membantu melakukan pencarian korban menjelaskan bahwa, setelah mendapatkan notifikasi surat permohonan bantuan dari Kepala Desa Merapi beserta Camat Merapi Barat Eti Listiana sejak Rabu (27/5) kemarin, timnya telah menerjunkan 3 perahu karet dan 1 regu di wilayah Merapi, 2 regu perahu bersiap di Desa Muara Lawai, kab. Muara Enim, hilir dari sungai Lematang untuk memantau keberadaan korban apabila terbawa oleh arus.

“Mewakili Pemkab Muara Enim Plt. Bupati H. Juarsah, S.H. beserta Kepala DPKP Yulius, M.Si., bergabungnya kami dalam giat ini merupakan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap daerah kabupaten tetangga. Tim kami yang berjaga di wilayah Muara Lawai sejak kemarin terus melakukan pencarian dan pemantauan di hilir. Bahkan warga desa setempat yang kesehariannya mencari pasir telah kami imbau untuk menunda aktivitasnya agar bisa ikut berpartisipasi dalam pencarian ini,” ujar Edi Ramlan saat memimpin timnya di 4 lokasi yaitu Desa Merapi, G. Kembang, Prabu Menang dan Arahan.

Baca juga:  8 Anggota KAMI Ditangkap Terkait Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law

Bupati Lahat Cik Ujang, S.H., saat meninjau langsung di lokasi mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dari semua tim Rescue gabungan.

“Atas nama Pemkab Lahat kami ucapkan banyak terima kasih kepada semuanya, semoga upaya kita dapat segera membuahkan hasil dan jenazah korban Asmuda dapat segera ditemukan. Mari kita jaga selalu kekompakan ini,” ujar Cik Ujang.

Kepala Desa Merapi, Subandi sangat berterima kasih kepada seluruh tim Rescue yang telah berupaya mencari jenazah warganya itu.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh gabungan tim Rescue Basarnas” ucapnya,

Lebih lanjut, Subandi sempat menceritakan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi warga setempat, saat korban Asmuda terjatuh dari jembatan gantung di desanya Selasa (26/05) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat itu, korban yang telah sempat menyeberangi jembatan gantung menggunakan sepeda motornya bergegas melihat kembali ke pondok kebunnya di seberang sungai, dengan berjalan kaki untuk mengambil handphonenya yang tertinggal, padahal HP Korban ada di dalam jok motornya.

Baca juga:  Bunga Desa di Desa Tapus dan Desa Alai, Plh. Bupati Muara Enim Pastikan Pembangunan Tetap Berjalan

“Naas sekali tidak disangka, saat korban berjalan kembali menyeberangi jembatan gantung yang baru diresmikan 2019 lalu itu melintir bahkan terhempas oleh angin badai kencang saat itu. Korban yang fisiknya sudah tua tentunya tak kuasa berpegangan pada tali slink pagar jembatan langsung pingsan dan terpental ke sungai Lematang saat itu dan langsung tenggelam,” ujar Subandi.

Pantauan awak media di lokasi hingga pukul 16.30 WIB, jenazah korban belum berhasil ditemukan. Menurut Ketua Tim Basarnas Pos Pagar Alam yang memimpin pencarian, pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari berturut-turut terhitung sejak peristiwa kejadian.

“Semoga nanti malam atau besok segera kita temukan jasad korban. Kita akan menyisir setiap bagian dari sungai Lematang ini,” ujar Alparis.

Tampak hadir di lokasi, kades Prabu Menang Sation Solistian, Komandan Koramil Merapi Kapten Sudiyono, Kepala Rescue PT. Pama M. Ridoni , Kepala Rescue PT. SBS Sofyan. (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *