oleh

Bupati Lahat Cik Ujang Minta Agar DAK Terserap

LAHAT, ENIMTV- Bupati Lahat, Cik Ujang, S.H. mengumpulkan seluruh OPD Pemkab Lahat dalam rangka paparan tentang usulan program Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2022. Acara berlangsung di Ruang Opp Room Pemkab Lahat. Kamis (10/6/2021)

Bupati Lahat meminta kepada OPD yang sebelumnya mengalami kendala dalam mendapatkan DAK, untuk ke depannya DAK agar dapat terserap, namun harus ikuti aturan yang ada, sehingga pembangunan di daerah perbatasan bisa dipercepat.

“Pembangunan tersebut meliputi jembatan di Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu kalau bisa segera dikerjakan, karena sawit warga sekarang sudah mulai busuk semua. Juga jalan di wilayah transmigrasi dan desa-desa penghubung,” ujar Cik Ujang, Kamis (10/6/2021).

Baca juga:  "Desa Wisata" Prospek Sektor Strategis Perekonomian Indonesia

Sementara itu, Kepala Bappeda Lahat Feriyansyah Eka Putra, S.T., M.T. menerangkan tata cara mekanisme pengusulan DAK Fisik tahun ini mengalami perubahan, dari manual ke elektronik. Ada juga beberapa OPD yang tidak tercantum mendapatkan anggaran DAK.

“21 Juni ini batas akhir penginputan usulan DAK 2020. Kepala OPD harus menegaskan Kasubag Perencanaannya agar harus lebih proaktif,” terang Feriyansyah.

Baca juga:  Bupati Lahat Lantik Deswan Irsyad sebagai Pjs Sekda Lahat

Selain itu, tambah Feriyansyah, OPD jangan sungkan berkoordinasi ke Bappeda, nantinya OPD wajib lapor ke Bappeda sebagai bahan evaluasi. Jangan sampai saat tenggat waktu masih ada yang kesulitan, sehingga pihaknya jadi keteteran sampai jemput bola ke OPD.

“Verifikasi 30 Juni, 2 Juli penilaian pusat. Kalau bisa jangan lewat tenggat waktu, kalau telat ya lewat sudah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Lahat Fikriansyah, S.E., M.Si. menyampaikan usulan DAK tahun 2022 sebesar Rp 2.450.000.000. Di antaranya mengusulkan revitalisasi Pasar Rakyat Desa Mulia Kikim Timur dan pasar-pasar rakyat lainnya. Secara fisik memang sudah layak direvitalisasi, karena sudah tua, ada yang dibangun sejak tahun 1960 lalu.

Baca juga:  Menteri PANRB Larang ASN Bepergian Ke Luar Daerah Saat Libur Isra Mikraj dan Nyepi 2021

“Tahun 2021 memang nol karena refocusing. Selain itu, di aplikasi Krisna sebenarnya juga tidak tersedia, tapi kami tetap berusaha siapa tahu tahun di 2022 ada perubahan,” tuturnya. (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *