Tekan Inflasi Jelang Nataru, Pemkab Muara Enim Sidak Pasar-Gelar OPM

Berita, Daerah15 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Dalam rangka menekan inflasi dan menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemkab Muara Enim melakukan monitoring ketersediaan harga bahan pangan, di Pasar Muara Enim Kecamatan Muara Enim dan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis 18 Desember 2025.

Selain monitoring (sidak), Pemkab Muara Enim juga menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) yang dipimpin Bupati Muara Enim diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ir. Syamsiah bersama Forkopimda dan OPD terkait.

Dari hasil sidak tersebut, harga sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, kacang tanah dan daging berfluktuasi cukup tinggi dan cenderung tidak stabil.

Fluktuasi harga ini dikarenakan faktor cuaca dan pasokan berkurang, sedangkan permintaan banyak sehingga mengakibatkan harga cenderung naik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Muara Enim Ir Syamsiah, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Nataru.

Sebab, biasanya setiap menjelang hari besar keagamaan dan tahun baru, permintaan bahan pokok masyarakat cenderung meningkat sehingga berpotensi memicu kenaikan harga. Kondisi tersebut, tentu dapat membebani daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

“Untuk itu, makanya Pemkab Muara Enim setiap ada momen selalu melakukan operasi pasar murah dan monitoring untuk menekan inflasi dan supaya masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” tegasnya.

Baca juga:  Dinsos Muara Enim Gelar Pelatihan Budidaya Lele Bagi Anak Terlantar

Lanjut Syamsiah, untuk harga sembako yang dijual dalam operasi pasar tentu relatif murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi dari pemerintah. Dan itu terbukti, setiap ada operasi pasar murah selalu ludes dan ditunggu oleh masyarakat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan tersebut dengan bijak dan berbelanja sesuai kebutuhan jangan sesuai keinginan,” pungkasnya.

Syamsiah mengungkapkan, dari hasil sidak secara keseluruhan seluruh bahan pokok masih stabil dan ketersediaan cukup hingga beberapa bulan ke depan. Namun, diakuinya ada beberapa bahan pokok, seperti cabai, bawang merah dan daging ayam yang harganya berfluktuasi naik turun yang akan menjadi perhatian.

“Kalau cabe dan bawang merah itu cenderung faktor alam, namun hari ini sudah cenderung turun sedikit. Namun untuk daging ayam itu mulai naik dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg dan salah satu penyebabnya program MBG. Dan ini akan kita rapatkan dengan SPPG dan pemasok daging untuk mencari solusinya supaya tidak menganggu rantai harga di masyarakat,” ungkapnya

Masih dikatakan Syamsiah, untuk mengantisipasi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok tersebut, selain melakukan operasi pasar murah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga melaksanakan sidak dan monitoring serta imbauan kepada agen/distributor agar menjual barang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), tidak melakukan penimbunan bahan pokok, serta tidak menjual kebutuhan pokok dengan harga yang melebihi ketentuan.

Baca juga:  Paparkan Evaluasi SAKIP 2020 dan Reformasi Birokrasi, Juarsah Yakin Bisa Raih Predikat A

“Kegiatan ini akan kontinyu dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, dan memantau perkembangan harga, serta mengawasi keamanan pangan menjelang Nataru,” pungkasnya.

Sementara itu, Ipal (40), salah satu pedagang sayur-sayuran di Pasar Inpres Muara Enim, mengatakan bahwa sudah hampir sepekan ini khususnya harga cabai dan bawang merah naik turun namun cenderung naik. Hal ini disebabkan karena faktor cuaca dan pasokan memang sedikit.

“Contohnya cabe setan/keriting/rawit sebelumnya sekitar Rp 40 ribu per kg, sempat naik menjadi Rp 80 ribu per kg, dan saat ini turun sedikit Rp 75 ribu per kg. Tidak tahu besok, apa naik lagi, tetap atau turun harganya, tergantung modal ngambilnya. Begitu juga bawang merah, sebelumnya Rp 40 ribu per kg sekarang naik Rp 55 ribu per kg. Itu bawang Merah dari Brebes, kalau dari Padang belum masuk mungkin pengaruh musibah banjir,” ungkapnya.

Ipal berharap ke depan, pemerintah bisa menjaga harga dan pasokan bahan pokok tetap stabil, sebab jika harga naik tentu mereka (pedagang) akan menderita kerugian.

“Karena masyarakat pembeli akan berkurang sehingga dagangan kita ini sedikit yang laku dan akhirnya busuk,” tutupnya. (Aal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *