oleh

Sekjend LBH SMSI Silaturahmi ke Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, Kalapas Pastikan Pelayanan dan Hak-hak WBP Terpenuhi!

LAMPUNG TENGAH, ENIMTV – Sekjend Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) M. Rian Ali Akbar, S.H. didampingi Ketua Bidang Organisasi SMSI Provinsi Lampung Faizal Afrianto, S.H sekaligus Koordinator LBH SMSI Provinsi Lampung, bersilaturahmi sekaligus melihat pelaksanaan kegiatan pelayanan bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (28/4/2023).

Baca juga:  Muara Enim Sabet 3 Penghargaan Sekaligus di Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Sumsel 2020

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Gunung Sugih Suprihadi , A.Md.IP., S.Sos., memastikan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih memperoleh hak-haknya.

“Pemenuhan hak narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak dipungut biaya apapun. Kami sangat menaruh atensi terkait pemenuhan hak narapidana kepada petugas-petugas kami.” kata Suprihadi.

Baca juga:  Sambut HUT Kemenkumham RI Ke-78, Lapas Muara Enim Laksanakan Upacara Tabur Bunga dan Ziarah Taman Makam Pahlawan

Dia juga menambahkan bahwa pelaksanaan Program Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Keamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih Ousza Jaensti, A.Md.P., S.H., M.H., menjelaskan saat ini jumlah WBP 632 orang. Sebagai Kepala Kesatuan Keamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih, setiap hari dirinya melakukan monitoring terhadap Kegiatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara langsung.

Baca juga:  Hadiri Sedekah Dusun di Desa Pinang Belarik, Asisten I Ajak Masyarakat Berdayakan Gotong Royong

“Saya pastikan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih ini selalu aman dan kondusif,” ujarnya.

“Untuk diketahui jumlah blok hunian Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih memiliki 4 blok hunian, Semua blok hunian disini dipastikan layak untuk dihuni oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).” tutup Ousza Jaensti. (SMSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *