oleh

Polda Sumsel Buru 3 Cukong Tambang Batu Bara Ilegal di Muara Enim

PALEMBANG, ENIMTV – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memburu tiga orang terduga cukong atau pemodal dalam aktivitas pertambangan batu bara ilegal di Kabupaten Muara Enim.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Agung Marlianto mengatakan, ketiga terduga cukong aktivitas pertambangan ilegal itu berinisial CI, OK dan RA.

“Para terduga cukong tersebut diketahui merupakan warga Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung,” kata Agung dalam keterangannya kepada wartawan, seperti dikutip dari ANTARA Sumsel, di Palembang, Senin (20/02/2023).

Agung menyebut, ketiganya melakukan aktivitas pertambangan batu bara yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim setidaknya satu tahun terakhir.

Baca juga:  Orasi Ilmiah di Seminar IPKN, Kapolri: Sinergitas Polri-Auditor Kunci Cegah Korupsi

“Jadi benar ketiganya (CI, OK dan RA) dalam buruan kami. Sebagaimana komitmen Kapolda Sumsel untuk memberantas aktivitas habis pertambangan ilegal di Muara Enim yang menahun,” ucapnya.

Agung menjelaskan, identitas tiga orang terduga cukong terungkap atas keterangan dari enam orang tersangka yang lebih dulu ditangkap personel Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus di Desa Batu Kuning, Kabupaten OKU, Sumsel, pada Rabu (15/2) sore.

“Kepada penyidik, keenam tersangka masing-masing berinisial PHS (32), RK (32), AY (22) FS(28), DH (48) dan EB (30) itu mengaku sebagai sopir dan kondektur truk yang mengangkut batu bara ilegal dari tambang ilegal yang diduga dioperasikan oleh CI, OK dan RA,” jelasnya.

Baca juga:  Kapolri Minta PT Freeport Aktif Berpartisipasi Membangun Papua

Untuk menjalankan tugas tersebut, keenam tersangka mengaku diupah senilai Rp500 ribu – Rp5 juta per satu kali pengantaran batu bara hasil tambang ilegal Kabupaten Muara Enim itu ke Provinsi Lampung.

Saat ini para tersangka tersebut ditahan di ruang tahanan Dittahti Polda Sumsel, Palembang, untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

“Dari para tersangka ini kami juga sedang mendalami siapa penadah-nya (batu bara ilegal) sehingga kasus ini tuntas,” imbuhnya.

Baca juga:  Pemkab Muara Enim Serahkan Bonus Rp129,5 Juta kepada Atlet dan Pelatih Peraih Medali POPDA ke-XVI & PEPARPROV ke-I

Dari tangan keenam orang tersangka itu, kepolisian menyita sebanyak 98 ton batu bara hasil tambang ilegal, empat unit dump truk Mitsubishi Fuso, dan satu lembar surat jalan dari PT Mulia Indah Bersama.

Barang bukti batu bara dan mobil dump truk tersebut dititipkan aparat kepolisan ke perusahaan semen yang ada di Kabupaten OKU.

Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat melanggar Pasal 161 Undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan batu bara. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *