oleh

Pali Dukung Penuh Pemekaran Provinsi Sumselbar

LUBUKLINGGAU, ENIMTV – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) mendukung penuh upaya pemekaran provinsi baru di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya pemekaran Sumsel Barat (Sumselbar).

Demikian ditegaskan Bupati Pali Dr. H. Heri Amalindo kepada awak media usai memberikan kuliah umum di STAI Bumi Silampari Lubuklinggau, Jumat (2/12/2022) siang.

“Kalo bisa besok, Sumselbar sudah jadi Daerah Otonomi Baru (DOB) atau propinsi baru. Itu kan artinya saking kami mendukung pemekaran Sumselbar. Tapi kabupaten/kota yang ingin mekar membentuk provinsi baru ini, semuanya harus kompak sehingga tidak memunculkan hambatan yang berarti,” ujar Ketua ICMI Sumsel.

Menurut Suami dari Anggota DPR RI Ir Hj Sri Kustina ini, tujuan utama pemekaran DOB khususnya Sumselbar berujung pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk pula untuk lebih mendekatkan pemimpin dengan rakyat yang dipimpinnya. Makanya masyarakat Sumselbar harus kompak mengupayakan pemekaran provinsi baru.

Baca juga:  Relawan HA2P Minta PAN Konsisten Terhadap Dukungan ke Heri-Soemarjono

“Setidaknya masyarakat akan lebih mudah berurusan karena jarak tempuh menuju ibukota provinsi lebih dekat. Bukan hanya menghemat waktu, biaya transportasi dan akomodasi menjadi lebih irit. Tentu hal ini kan berimbas pada kesejahteraan masyarakat Sumselbar. Jadi tujuan utamanya bukan untuk mendukung seseorang menjadi gubernur,” jelas mantan Kepala Dinas PUBM Sumsel dan Kepala Dinas PU Muba selama 10 tahun

Untuk itu, lanjut pria kelahiran Lahat 24 September 1963 itu, masyarakat kabupaten/kota di Sumselbar harus mengesampingkan egosentris masing-masing. Tidak perlu berebut jadi ibukota DOB, karena hal terpenting itukan Sumselbar bisa berhasil mekar terlebih dulu. Hal-hal lain bisa diselesaikan secara bertahap. Seperti penentuan ibukota provinsi, bisa dirembuk kemudian dengan pendekatan yang lebih rasional.

Baca juga:  Dalam 4 Hari, Polri Tangkap 3.283 Preman-Pelaku Pungli

“Buatkan semacam pointer untuk menilai daerah yang paling potensial menjadi ibukota provinsi. Misalnya Lubuklinggau, memang berada pada bagian paling barat. Tapi kan memiliki banyak fasilitas memadai seperti bandara udara, stasiun kereta api, hotel dan poin penilaian lain. Bandingkan poin penilaiannya dengan daerah lain. Kita bisa pilih daerah lain menjadi ibukota bila poinnya lebih tinggi,” terang putra asli Desa Air Itam Kecamatan Penukal Pali.

Baca juga:  Gunakan Energi Hijau, 4 PLTMH Perkuat Listrik Lombok Barat

Mengenai syarat pemenuhan jumlah minimal lima kabupaten/kota untuk membentuk provinsi baru, Heri mengatakan sudah lebih dari cukup. Sebab ada delapan kabupaten/kota yang bisa bergabung yakni Musirawas, Lubuklinggau, Muratara, Empat Lawang, Lahat, Pagaralam, Pali dan Muaraenim. Bahkan ia menilai, Sumsel sudah bisa dipecah jadi tiga provinsi.

“Sekarang Papua sudah pecah jadi empat provinsi, terakhir Papua Barat Daya yang baru mekar pada November 2022. Jadi provinsi lain juga berpeluang dimekarkan, tak terkecuali Sumsel,” pungkas Heri seraya menambahkan, tokoh masyarakat di Sumselbar perlu segera melanjutkan rembuk untuk mengupayakan pemekaran DOB. (SMSI Silampari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *