oleh

Kebersamaan Mewujudkan Kabupaten PALI Unggulan

PALI, ENIMTV – Kab. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) yang berdiri sejak tahun 2013, hasil pemekaran dari Kab. Muara Enim, tergolong cukup baik pemekarannya.

Dengan luas berkisar 1800 km², jumlah penduduk sekitar 190 ribu jiwa serta APBD nya lebih kurang Rp1,5 triliun, daerah ini memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Potensi pertambangan, pertanian, perkebunan, hutan dan perikanan menjadi unggulan,

Di lain sisi, dibutuhkan beragam terobosan pembangunan infrastruktur yang akan menambah terbuka akses keluar masuk ke daerah ini, agar segala potensi ekonomi semakin lancar distribusinya, juga masyarakat lokal akan memperoleh manfaat serta daya mobilitas semakin tinggi.

Baca juga:  Kapolres PALI Terima Kunker Ombudsman Sumsel

Semua uraian di atas, tak mudah untuk mewujudkannya, butuh kekuatan akseleratif yang bersumber dari kolektifitas yang solid antar simpul publik di sana, baik itu pemerintah daerah, masyarakat, pihak swasta, pihak keamanan maupun kelompok politik.

Apalagi Pilkada PALI kemarin sempat mengalami Pemungutan Suara Ulang (PSU). Yang idealnya, friksi antar komponen politik tak lagi ada, katakanlah sepakat rekonsiliasi guna fokus akselerasi untuk percepatan pembangunan di Kab. PALI,

Baca juga:  Jelang Pelantikan, SMSI PALI Audensi dengan Dinas Kesehatan

Mengingat kepemimpinan hasil pilkada serentak ini hanya berlangsung hingga November 2023, butuh kerja keras, kerja cerdas dalam kebersamaan. Pasangan Bupati terpilih saat ini dituntut mampu secara bijaksana untuk merangkul para representasi komponen warga di sana.

Pak Heri Amalindo yang memiliki latar belakang teknokrat andal juga birokrat yang berpengalaman, akan mampu atau terampil menjalankan itu, apalagi dibantu oleh Wabup yang kaya akan modal sosial plus modal politik, mempermudah dalam menyerap aspirasi masyarakat serta memuluskan implementasi kebijakan.

Baca juga:  Jelang PSU, Polres PALI Tingkatkan Patroli

Bila semua perihal di atas kelak dipahami oleh para stakeholder di Kabupaten ini, publik tidaklah perlu heran, bila takkan lama lagi Kab. Induk dan Kab/Kota di sekitarnya akan tersalip kualitas, kuantitas maupun utiiltas atas bermacam program unggulan di Kab. PALI, walaupun baru berusia 8 tahun dan APBD nya tak sebesar daerah lain. (Bud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *