oleh

Bejat! Ayah di Muara Enim Tega Setubuhi Anak Kandung Bertahun-tahun

MUARA ENIM, ENIMTV – Seorang ayah yang seharusnya menjadi figur melindungi dan mendidik, justru malah merusak dan menghancurkan masa depan anak kandungnya sendiri.

Hal tersebut tercermin dari perbuatan SY (37), warga Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, yang tega menyetubuhi putri kandungnya, sebut saja Bunga (18), hingga bertahun-tahun.

Aksi bejat pelaku terungkap setelah korban yang sudah tidak tahan lagi dengan perbuatan ayah kandungnya itu, sehingga melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.

Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto, S.I.K., M.Si. didampingi Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma, Kasi Humas Iptu RTM Situmorang dan Kanit IV PPA Ipda Rama Juliani, menjelaskan aksi persetubuhan tersebut telah dilakukan pelaku sejak korban masih duduk di kelas 6 SD.

Baca juga:  Pemdes Negeri Agung Gelar Musdes Pemilihan KPM BLT DD Tahun 2021

“Korban sudah disetubuhi dari umur 14 tahun sampai dengan dewasa 18 tahun, jadi sudah berulang kali, sampai lupa sudah berapa kali disetubuhi,” jelas Aris dalam konferensi pers di Lobi Mapolres Muara Enim, Kamis (21/4/2022).

“Waktu kejadian yang terakhir kali, korban hanya ingat pada bulan September 2021 sekira pukul 16.00 WIB di rumah korban,” imbuhnya.

Aris menjelaskan, motif pelaku melakukan persetubuhan tersebut karena istrinya yang selalu menolak untuk diajak berhubungan badan serta memaki-maki dan memarahi pelaku, sehingga pelaku melampiaskan hasratnya kepada korban yang merupakan anak kandungnya sendiri.

“Tersangka berhasil kita amankan pada Selasa,19 April 2022 sekira pukul 13.00 WIB di rumahnya,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Kanit IV PPA Satreskrim Polres Muara Enim Ipda Rama Juliani, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, rata-rata dalam seminggu korban bisa digauli sampai dua kali, tidak digauli kalau korban sedang haid.

Baca juga:  Marak Aksi Premanisme dan Pungli, Kapolri Terbitkan Telegram

“Terus dari hasil pemeriksaan juga, korban ini pernah sampai pendarahan, jadi kejadian yang pertama saat korban belum haid,” jelas Rama.

Rama menerangkan bahwa kondisi korban setelah disetubuhi pelaku tidak pernah sampai hamil.

“Karena dari hasil pemeriksaan, pelaku saat menyetubuhi korban selalu menggunakan alat kontrasepsi,” terangnya.

Pelaku memberikan ancaman kepada korban, apabila dia melaporkan perbuatan ayahnya kepada ibunya, nanti ayah dan ibunya bisa bercerai.

“Dan selalu ancamannya itu memukul, kalau tidak dilayani nanti dipukul, setelah itu korban diancam lagi jangan sampai ngomong,” jelasnya.

Baca juga:  Tradisi Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kapolres Muara Enim

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa pelaku sering mengajak korban untuk menonton video porno.

“Korban juga pernah dikirimi video porno oleh pelaku lewat WA,” ungkapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu 1 (satu) buah baju kaos oblong warna hijau milik korban, 1 (satu) buah celana warna merah motif kotak-kotak bergaris, 1 (satu) buah bra warna hitam, dan 1 (satu) buah celana dalam warna pink motif bunga-bunga.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat 3 UU No 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah 1/3 hukuman. (Aal)

Selengkapnya ———– Simak video

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.