oleh

Oknum Polisi Diduga Perkosa Mahasiswi, Korban Alami Depresi Hingga Pilih Akhiri Hidup

MOJOKERTO, ENIMTV – Aparat di Tanah Air lagi-lagi jadi sorotan. Setelah ragam tindak tak terpuji mulai dari tawuran sesama aparat, menghajar warga sipil, narkoba, hingga pemerkosaan sering dilakukan mereka yang diikat kode etik dan diganjar uang rakyat.

Kasus terbaru dan menggemparkan publik adalah dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum anggota polisi pada korbannya.

Kasus oknum polisi yang diduga memperkosa ini diungkap sendiri oleh korban sebelum melakukan bunuh diri di samping makam mendiang ayahnya.

Cerita korban sebelum meninggal ini viral dan menggema “Savenoviawidyasari” di medsos Twittter dan Instagram sejak Jumat-Sabtu, 3-4 Desember 221.

Korban dugaan perkosaan yang memilih bunuh diri adalah Novia Widyasari (NW) warga Mojokerto, Jawa Timur.

Hingga Sabtu, 4 Desember 2021, Savenoviawidyasari masih memuncaki trending topic dengan 15,4 rb cuitan di linimasa Twitter.

Kisah NW mahasiswi 23 tahun yang menuntut ilmu di Universitas Brawijaya asal Mojokerto, Jawa Timur kehormatannya diduga dirusak oknum polisi.

Dampak peristiwa kelam tersebut, NW ditemukan tak bernyawa di samping makam mendiang ayahnya pada Kamis 2 Desember 2021.

Baca juga:  Kapolres Lahat Berikan Reward Kepada 47 Personel Anggotanya dan 1 Warga Sipil

Melihat bukti di lokasi kejadian di sebuah pemakaman, NW diduga mengakhiri hidup dengan meminum racun.

Dari cerita yang viral di media sosial, NW kemungkinan besar mengalami depresi hebat setelah diperdaya oknum polisi bernama Randy (R).

Bukan hanya diperkosa, NW pun kabarnya diminta menggugurkan kandungan hasil dari tindak kriminal sang oknum aparat ini.

NW dipaksa aborsi oleh terduga, akan tetapi ditolak mentah-mentah oleh korban.

Lalu siapakan oknum polisi yang diduga memerkosa NW hingga depresi lantaran hamil dan dipaksa aborsi?

Oknum polisi bejat itu diduga berinisial R, seorang remaja yang rupanya baru jadi aparat.

NW diduga mengakhiri hidup setelah mendapat tekanan dari pria tak bertanggung jawab itu untuk melakukan aborsi.

Kini, setelah NW meninggal dunia, media sosial diramaikan dengan tagar #SAVENOVIAWIDYASARI.

Jauh sebelum NW ditemukan meninggal dunia di samping makam mendiang ayahnya, korban ini sudah beberapa kali berusaha mengakhiri hidupnya.

Keinginan korban bunuh diri, lantaran dirinya depresi R yang memerkosanya tidak bertanggung jawab.

Viral kisah NW yang diungkap sahabatnya di akun Twitter @belawsz. Dari kisah itu, NW rupanya pernah mencurahkan isi hatinya melalui telepon pada temannya berinisial AN.

Baca juga:  Kapolda Sumsel Resmikan Musala Mang Pedeka dan Pemugaran Makam Keluarga Sultan Raden Fattah di Desa Pagar Batu

Dari sana juga terungkap jika korban diduga diperkosa oknum polisi R sekira empat bulan lalu.

Setelah kegadisan korban direnggut paksa, baru disadari ada janin di perut NW.

Dari sana pula oknum polisi R awal mulai melakukan dugaan perkosaan pada NW.

NW berkisah dirinya dibawa ke sebuah penginapan lalu diberi minuman yang membuatnya tak sadar.

“Dia menceritakan dari awal kejadian dia dibawa ke penginapan oleh R (pacar NW), lalu diberi obat dan dipaksa minum obat itu, setelah itu dia tertidur. Sekitar 4 bulan kejadian ini dia menyadari bahwa dia hamil, dan lgsg lapor ke R,” kata sahabat korban dilihat dari cuitan pada akun @belawsz.

Setelah itu NW memberi tahu R jika tindakan amoralnya membuatnya hamil. Bukannya tanggung jawab, R malah meminta NW menggugurkan kandungannya.

R diduga membujuk NW menggugurkan kandungannya, tapi korban menolak mentah-mentah keinginan pria bejad itu.

Pertemuan itu jadi yang terakhir antara NW dan R. Dan karena sudah tak memiliki harapan, NW bersama keluarga menemui orangtua R untuk minta tanggung jawab.

Baca juga:  Jalankan 100 Hari Program Prioritas Kapolri, Divisi Humas Polri Gelar Pelatihan Konten Kreatif

Pada pertemuan itu, orangtua R berjanji akan tanggung jawab. Akan tetapi, hal itu tidak terbukti dengan banyak alasan dari orangtua R.

Keluarga terduga, mengatakan R enggan menikahkan dengan NW.

“Sesampainya di rumah korban, orangtua, Randy menyampaikan hal yang sangat berbeda jauh. To the point, “Bu mohon maaf kalau R dan N belum bisa jika secepatnya ke jenjang serius karena posisi R masih punya kakak yang belum menikah, dan R masih awal jadi p*lisi” lanjut cuitnya.

Setelah pertemuan itu, R mendatangi NW lalu diduga memaksa korban menggugurkan kandungan dengan cara aborsi.

Atas tindakan R yang diduga mencekoki obat pengugur kandungan, NW sampai harus dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan.

NW sempat meminta bantuan pada pamannya, akan tetapi tekanan dan ancaman yang didapat korban.

Paman korban, setiap hari ia memaki NW dan diduga mengancam akan membunuhnya.

Keluarga, kata sang paman, merasa malu atas perbuatan NW. (*)

Sumber: Pikiran Rakyat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *