oleh

Kejar Target Vaksinasi, Polres OKU Selatan dan Dinkes Jemput Bola ke Wilayah Perbatasan

OKU SELATAN, ENIMTV – Kapolres OKU Selatan meninjau kegiatan keroyok vaksinasi di daerah perbatasan Way Kanan Lampung, tepatnya di Desa Sidorahayu dan Desa Sinar Baru, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Senin (22/11/2021).

Kegiatan keroyok vaksin di daerah perbatasan tersebut dilakukan oleh jajaran Polres OKU Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai salah satu upaya untuk mencapai target 50% vaksinasi.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha mengatakan pihaknya akan terus melakukan kegiatan jemput bola dari desa ke desa, bahkan hingga ke talang-talang yang ada di 19 kecamatan dalam wilayah Kabupaten OKU Selatan.

“Salah satu upaya untuk mencapai target herd immunity, kegiatan jemput bola vaksinasi hari ini kita lakukan di Desa Sinar Baru dan Desa Sidorahayu. Alhamdulillah antusiasme warga di dua desa ini sangat luar biasa,” jelas Kapolres.

Baca juga:  Gali Bibit Atlet eSports, Ekraf dan SMSI OKU Selatan Gelar Turnamen Free Fire Arktech X Rakopa Champion #1

Dikatakan Kapolres, semula pihaknya menargetkan 700 warga Desa Sidorahayu dan Desa Sinar Baru bisa divaksin, namun antusiasme warga membludak hingga capaian vaksin di dua desa tersebut mencapai 1.008 orang.

“Pada vaksinasi ini, yang menjadi prioritas atau sasaran kita yakni pelajar, lansia, ibu hamil dan ibu menyusui,” beber Kapolres.

 

Lebih lanjut, Kapolres juga mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 di sejumlah daerah di OKU Selatan masih rendah, penyebabnya pun beragam, salah satunya letak dan geografis Kabupaten OKU Selatan.

“Hingga hari ini capaian vaksin di OKU Selatan lebih kurang mencapai 30%. Untuk mengejar ketertinggalan itu, kita akan terus lakukan vaksin jemput bola,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dr Meri Astuti, M.M. mengatakan capaian vaksinasi di OKU Selatan hingga hari ini lebih kurang baru mencapai 30%.

Baca juga:  Kapolres OKU Selatan dan Ketua Bhayangkari Serahkan Kursi Roda untuk Penyandang Difabel

Meri menyebutkan banyak faktor yang membuat capaian vaksinasi rendah dan stagnan. Di antaranya lokasi atau letak geografis Kabupaten OKU Selatan dan kurangnya tenaga vaksinator yang ada di Dinas Kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan di kecamatan.

“Kurangnya tenaga kesehatan atau tim vaksinator di OKU Selatan yang menjadi salah satu penyebab rendahnya capaian vaksin, dan jumlah vaksin sangat terbatas yang datangnya secara bertahap juga menjadi kendala pada setiap kegiatan,” jelas Meri

Lebih lanjut, Meri mengatakan, rendahnya minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi dikarenakan banyak berita bohong (hoax) yang tersebar di masyarakat juga menjadi salah satu kendala capaian vaksin.

“Masih banyak informasi yang tidak benar, hoax, dan kurangnya informasi di masyarakat akan pentingnya vaksinasi COVID-19 juga menjadi kendala di lapangan,” ungkapnya

Baca juga:  Bertolak ke Yogyakarta, Presiden Akan Resmikan Underpass YIA

Diakui Meri, banyak hoax yang membuat orang takut untuk divaksin. Terutama orang tua yang takut ikut vaksin dengan berbagai alasan seperti komorbid dan diabetes.

Selain itu, faktor sinyal juga menjadi kendala, mengingat lokasi-lokasi diadakannya kegiatan vaksin di daerah pelosok dan terpencil sehingga untuk melakukan laporan di aplikasi mesti manual.

Untuk mengatasi semua kendala yang ada, Meri mengatakan berbagai upaya akan terus dilakukan.

“Salah satunya kegiatan vaksinasi di desa-desa dengan sistem jemput bola dan sosialisasi pentingnya vaksinasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Pada kegiatan vaksinasi di Desa Sidorahayu ini juga sempat ditinjau langsung oleh Bupati OKU Selatan Popo Ali, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKU Selatan Isyana Lonitasari Popo, Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan dan beberapa Kepala OPD beserta jajaran Polres OKU Selatan. (SMSI OKU Selatan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *