oleh

Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Pembunuhan Dihadiahi Timah Panas

MURATARA, ENIMTV _ Akhirnya setelah 10 bulan buron, pelaku pembunuhan inisial R (35) warga Desa Maur, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil ditangkap Satreskrim Polres Muratara, Minggu (7/11/2021).

Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melawan dan mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Pelaku ditangkap karena melakukan pembunuhan terhadap Herlan Erfandi alias Arpan (39), warga Desa Maur Baru, Kecamatan Rupit, dengan cara ditusuk di salah satu pesta malam di Desa Maur pada Rabu, 17 Februari 2021, sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca juga:  Hilirisasi Batu Bara, PTBA Berpotensi Terima Pendapatan 300 Juta Dollar AS Per Tahun

Tersangka ditangkap di Kelurahan Malus, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumsel.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim AKP Toni Saputra, mengatakan tersangka pembunuhan sudah diamankan.

“Pembunuhan itu dilatarbelakangi adanya cekcok antara pelaku dengan korban di tempat pesta malam di Kampung 1 Desa Muar, Kecamatan Rupit,” kata Toni dalam keterangannya kepada awak media, Senin (8/11/2021).

Baca juga:  Kembali Tolak Pelaksanaan Pilkada 2020, DPD RI Minta Pemerintah Tunda Hingga Tahun Depan

Toni menjelaskan untuk penangkapan pelaku dilakukan Minggu (7/11/2021). Satreskrim Polres Muratara mendapat informasi bahwa pelaku berada di daerah Kelurahan Malus, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau.

“Setelah mendapat informasi, kemudian dilakukan pengejaran oleh Satreskrim. Saat di lokasi, pelaku sedang berada di rumah warga dan langsung dilakukan penangkapan,” jelasnya.

Namun saat akan dilakukan penangkapan, lanjut Toni, pelaku melakukan perlawanan terhadap anggota, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan ditembak kaki pelaku.

Baca juga:  Bersama Dinkes, Polres Muara Enim Adakan Vaksinasi Bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas

“Barang bukti yang berhasil diamankan satu lembar kaos dalam bewarna abu-abu dan juga satu lembar celana jean biru yang bersimbah darah,” tambahnya.

Pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP junto pasal 340 KUHP dengan ancaman diatas 10 tahun penjara. (*)

Sumber: Divisi Humas Polri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *