oleh

Tim Gabungan Satreskrim Polres Muara Enim Ungkap Kasus Pembunuhan di Semendo

MUARA ENIM, ENIMTV – Tim gabungan yang terdiri dari tim Rajawali Polres Muara Enim dan tim Alap-alap Polsek Semendo berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Rantau Dedap, Desa Segamit, Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU), Kab. Muara Enim, Kamis (12/8/2021).

Kasus pembunuhan itu diketahui terjadi pada Senin (9/8) dan sempat membuat heboh masyarakat sekitar, karena adanya penemuan sesosok mayat laki-laki dengan luka tusuk di tubuhnya.

Korban pembunuhan tersebut bernama Andullah alias Kabir (53), warga Desa Segamit, Kec. SDU, Kab. Muara Enim, yang kesehariannya merupakan seorang petani.

Pelaku pembunuhan bernama Ahmad Juaraidi (41). Pelaku ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Hubungan antara pelaku dan korban merupakan keponakan dan paman tiri.

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar, S.I.K. melalui Wakapolres Muara Enim Kompol Indarmawan, S.H., M.Si. didampingi Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Widhi Andika Dharma, S.I.K. menjelaskan kronologi kejadian pembunuhan itu terjadi pada Senin (9/8) sekira pukul 05.30 WIB.

“Pada saat itu pelaku mendengar suara ribut-ribut di luar sekira pukul 04.00 WIB lalu keluar rumah. Sebelum keluar rumah, pelaku mengambil senter dan sebilah pisau lalu mendatangi sumber suara ribut-ribut itu,” jelas Indarmawan.

Baca juga:  Unggah Video Provokatif Ajakan Mudik, Polisi Amankan Pria Ini

Indarmawan menuturkan, saat pelaku keluar rumah ternyata asal suara ribut-ribut itu merupakan korban yang sedang memarahi orang-orang yang sedang berkemah.

“Saat itu pelaku menghidupkan senter dan cahayanya mengenai muka korban. Lalu korban marah lalu mengeluarkan sebilah linggis dan mengejar pelaku,” tuturnya.

Pelaku yang dikejar oleh korban sampai di depan rumah pelaku, mengambil sebuah batu dan melemparnya tepat mengenai wajah korban.

“Korban yang terjatuh akibat terkena lemparan batu, ditusuk oleh pelaku menggunakan pisau yang sudah dibawanya. Pelaku menusuk korban sebanyak lima kali,” terangnya.

Indarmawan mengatakan korban ditemukan pada pagi hari dan sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga. Namun sayangnya korban tidak dapat ditolong dan tewas di lokasi kejadian.

Ditambahkan oleh Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Dharma, keluarga korban yang mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Semendo.

Baca juga:  Berakhir Sudah Petualangan Warga Desa Air Itam Endang Sapari

“Setelah menerima laporan tersebut, kami dari Satreskrim Polres Muara Enim dan tim Rajawali pelopor langsung melaksanakan investigasi dan penyelidikan membackup tim Alap-Alap Polsek Semendo,” jelas Widhi.

Widhi menerangkan, dalam kurun waktu kurang dari 2×24 jam tepatnya pada Selasa (10/8) sekira pukul 11.30 WIB, tim berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

“Pelaku ini bersembunyi di kebun yang jaraknya cukup jauh, sehingga kami harus berjalan kaki selama 3 jam untuk menemukan keberadaan pelaku. Tanpa ada perlawanan, pelaku kemudian dibawa ke Polsek Semendo untuk diinterogasi lebih lanjut,” terangnya.

Widhi menjelaskan, setelah dilakukan interogasi, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku ini didasari oleh balas dendam kepada korban.

“Pelaku ini mempunyai suatu lahan parkir di salah satu tempat wisata di daerah Semendo. Si korban ini sudah bertahun-tahun terus mengganggu dan ingin menguasai lahan parkir milik si pelaku dengan cara-cara yang tidak terpuji, seperti mengganggu keluarganya dan korban pernah membacok pelaku, namun sempat didamaikan oleh kades setempat,” jelasnya.

Puncaknya, korban yang kembali mengganggu ketenangan pelaku pada Senin pagi (9/8), membuat pelaku gelap mata dan secara spontanitas menusuk paman tirinya itu sebanyak lima kali.

Baca juga:  E-TLE Segera Berlaku, Polri Jamin Pelanggar Lalin dan Pelaku Kejahatan di Jalanan Ditindak Tegas

“Untuk luka yang paling dalam ada di telinga sebelah kiri sepanjang 10 cm, yang lain hanya 5 cm tapi cukup dalam yang membuat korban tewas di tempat,” sambung Widhi.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu, Widhi juga ingin meluruskan sejak kejadian ini terjadi, ada rumor atau isu yang beredar bahwa pelaku ini merupakan orang penting atau yang memiliki lahan parkir di salah satu perusahaan yang ada di Semendo, jadi ditakutkan akan terjadi suatu peristiwa yang tidak diinginkan.

“Saya tegaskan kepada rekan-rekan media sekalian bahwasanya ini tidak benar. Kasus pembunuhan ini terjadi murni karena ketidaksenangan hati dan balas dendam. Tidak ada sama sekali kaitannya dengan salah satu perusahaan, salah satu PT atau konflik. Ini hanya murni balas dendam dan kekhilafan yang dirasakan oleh pelaku,” tegasnya. (Aal)

Selengkapnya ——— Simak video

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *