oleh

Satresnarkoba Polres Muara Enim Gerebek Lahan Ganja di Tanjung Enim

MUARA ENIM, ENIMTV – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Muara Enim dibantu Unit Reskrim Polsek Lawang Kidul melakukan penggerebekan lahan tanaman ganja yang ada di Desa Karang Asam, Kel. Tanjung Enim, Kec. Lawang Kidul, Kab. Muara Enim, Selasa, 10 Agustus 2021.

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial R (34) selaku pemilik lahan. Selain itu, polisi juga menyita 22 batang tanaman ganja siap panen beserta satu buah senjata api rakitan (senpira) dengan bubuk mesiu.

Baca juga:  Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Tujuh Duta Besar Negara Sahabat

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar, S.I.K. melalui Wakapolres Muara Enim Kompol Indarmawan, S.H., M.Si. didampingi Kasat Narkoba Polres Muara Enim AKP Rahmad Aji Prabowo menjelaskan kronologi terungkapnya lahan ganja itu berawal laporan masyarakat, bahwa ada seorang warga Desa Karang Asam yang menanam ganja di kebunnya.

“Pada saat penangkapan, pelaku sedang tidur. Tim Cobra bergabung dengan Polsek Lawang Kidul melakukan penggerebekan,” jelas Indarmawan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Muara Enim, Kamis (12/8/2021).

Indarmawan menerangkan, saat dilakukan penggerebekan pelaku mencoba untuk kabur, namun berhasil ditangkap.

Baca juga:  Polri Tangkap 3 Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akte Perusahaan

“Saat itu langsung kita geledah di pondoknya dan didapati sepucuk senpira dan mesiunya. Lalu kita cek di kebunnya di situ ada tanaman cabai dan durian. Di sela-sela tanaman cabai itu ada ganja,” terangnya.

Ditambahkan oleh Kasat Narkoba Polres Muara Enim AKP Rahmad Aji Prabowo, dia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dari laporan masyarakat itu selama kurang lebih satu bulan.

“Penggerebakan kami lakukan saat dini hari dan didapati satu tersangka,” kata Rahmad.

Baca juga:  Jajaran Direksi PTBA Gelar Silaturahmi Bersama Jurnalis Kabupaten Muara Enim

Rahmad menjelaskan, tersangka baru menanam ganja itu selama 2 minggu, dia sebelumnya dibantu oleh temannya yang saat ini telah menjadi DPO.

“Tersangka ini melanjutkan apa yang sudah ditanam, dibantu oleh rekannya itu,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. (Aal)

Selengkapnya ———- Simak video

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *