oleh

Humas Polda Sumsel Bantah Anak Akidi Tio Tersangka

PALEMBANG, ENIMTV – Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi meluruskan status tersangka anak bungsu mendiang Akidi Tio bernama Heriyanti.

Menurut Supriadi, pernyataan status tersangka adalah tidak mendasar dan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan hari ini. Bahkan Supriadi menegaskan jika pihaknya belum menemukan ada indikasi penipuan.

Supriadi meralat pernyataan prank uang Rp2 triliun yang disampaikan oleh Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Baca juga:  Pemkec Merapi Timur Monitoring dan Evaluasi Realisasi Pembangunan DD Tahun 2020 di Desa Banjarsari.

“Yang punya kewenangan mengeluarkan pernyataan adalah Bapak Kapolda dan Kabid Humas. Jangan ada dan tidak boleh pakai pernyataan lain,” ungkap Supriadi kepada awak media, seperti dikutip dari IDN Times, di Polda Sumsel, Senin (2/8/2021).

Supriadi mengungkapkan Heriyanti hanya dipanggil sebagai pihak yang akan memberi sumbangan dana hibah dan belum ditetapkan sebagai tersangka terkait hal ini. Bahkan Supriadi menyebutkan jika pihaknya memastikan uang senilai Rp2 triliun sudah ada.

Baca juga:  Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri di Makassar, Sat Sabhara Polres Muara Enim Lakukan Patroli Gereja

“Ada hal teknis yang harus diselesaikan. Uangnya ada di giro Bank Mandiri. Makanya status Heriyanti masih dalam pemeriksaan,” ungkapnya.

Supriadi menjelaskan jika pihaknya masih mengklarifikasi soal uang Rp2 triliun tersebut. Hingga kini, Polda Sumsel berkeyakinan uangnya dalam proses pencairan. Supriadi mengajak masyarakat agar menghormati pemilik uang, seperti menjaga privasi yang bersangkutan.

Baca juga:  SMSI Dukung Program OBRAS Virtual Dirnarkoba Polda Sumsel

“Sekarang masih proses pemeriksaan, orang yang akan membantu pasti punya beban psikologis juga,” ujar dia.

Sedangkan Profesor Hardi Darmawan sebagai juru bicara keluarga juga diperiksa untuk dimintai keterangan. Polda Sumsel memastikan keduanya tidak melanggar hukum yang seperti yang sudah dikatakan Dirintelkam Polda Sumsel sebelumnya.

“Tidak ada penahanan, tidak ada tersangka,” jelas dia.  (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *