oleh

Tilep Dana Kelurahan Rp185 Juta Untuk Bisnis, Mantan Lurah Pasar Bawah Lahat Resmi Ditahan

LAHAT, ENIMTV – Mantan Lurah Pasar Bawah, Kecamatan Lahat berinisial ES (58) resmi mengenakan rompi warna pink yang merupakan seragam tahanan, Selasa (25/5/2021). Oknum yang merupakan warga RT 10, RW 03 Kelurahan Talang Jawa Selatan ini terlibat dugaan korupsi Dana Kelurahan saat dirinya menjabat sebagai Lurah pada tahun 2016-2020 lalu.

Ditahannya ES ini setelah pihak Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres menyerahkan berkas perkara beserta Barang Bukti (BB) dan terduga pelaku ES ke pihak Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat.

Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono, S.I.K. didampingi Kasat Reskrim Kurniawi H. Burmawi, S.I.K. melalui Kanit Pidkor Ipda Hendra Tri Siswanto membenarkan jika pihaknya telah menyerahkan berkas perkara serta BB dan terduga pelaku ke Seksi Pidsus Kejari Lahat.

“Benar, pada hari ini kami telah menyerahkan berkas dan terduga ES mantan Lurah Pasar Bawah dalam perkara dugaan korupsi Dana Kelurahan Tahun 2019 ke pihak Kejari Lahat. Dalam hal ini, kami telah menyelesaikan penyidikan dan dinyatakan sudah P21 (berkas lengkap). Anggaran Dana Kelurahan tersebut sebesar Rp370 juta dibagi dua tahap, yakni tahap 1 sebesar 50 persen senilai Rp185 juta. Karena diselewengkan, kita koordinasikan inspektorat agar tahap kedua yang 50 persen lagi atau Rp185 juta tidak diproses pencairan untuk menyelamatkan uang negara,” sebut Ipda Hendra.

Baca juga:  16 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air

Senada disampaikan, Penyidik Pidkor Satreskrim Polres Lahat Bripka Jimy, setelah pihaknya melakukan penyidikan dan ada tanda-tanda kerugian negara sebesar Rp184.050.000, pihaknya merekomendasikan kepada pihak Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Kecamatan Lahat untuk menghentikan pencairan dana di tahap berikutnya.

“Karena Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2019 di Kelurahan Pasar Bawah tersebut berjumlah lebih dari Rp300 juta dan dicairkan dalam 2 tahap, maka untuk tahap ke dua kita minta dihentikan dulu sementara selama proses hukum perkara tahap satu belum selesai,” ujar Jimy.

Baca juga:  Ini Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Masa Pandemi

Setelah menerima pelimpahan, Kajari Lahat, Fitrah, S.H., M.H. didampingi Kasi Pidsus Anjasra Karya, S.H. melalui Kasi Inteligen Faisyal Basni, S.H. menyebut, pihaknya akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tipikor Sumsel di Palembang.

“ES disangkakan melakukan tindak pidana korupsi, sehingga dituntut primeir pasal 2 (1) dan subsidier pasal 3 (1) Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diperbaharui dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” kata Faisyal.

Anjasra Karya juga menambahkan, pihaknya akan melakukan penahanan terhadap ES selama 21 hari ke depan, sembari akan melakukan penyiapan berkas untuk dilanjutkan ke persidangan.

“ES ini diancam pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atas perbuatannya,” urai Anjas.

Baca juga:  Melawan Negara dan Membantai Warga Sipil, DPR: Alasan yang Tepat KKB-OPM Disebut Teroris

Saat akan digiring ke Lapas Kelas IIA Lahat oleh tim Pidsus Kejari Lahat usai pelimpahan, dengan didampingi Kuasa Hukumnya, Sarmin, ES tampak menggunakan celana jeans dan rompi orange masuk ke dalam mobil dengan linangan air mata penyesalannya.

Sebagai informasi, bahwa ES ini diduga telah terlibat kasus Dana Kelurahan Pasar Bawah pada tahun 2019 sebanyak Rp184.050.000 dari pagu anggaran yang seyogianya digunakan untuk pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Pasar Bawah sebesar Rp 185.000.000 saat dirinya menjabat Lurah Pasar Bawah masa jabatan 2016-2020 lalu.

Menurut pengakuan ES, Dana Kelurahan yang diduga ditilepnya tersebut digunakan seratus juta untuk bisnis jual beli mata uang 100 ribu plastik yang ternyata ditipu oleh rekan bisnisnya. Kemudian untuk bisnis jual beli aspal di wilayah Bogor serta sisanya digunakan keperluan pribadinya. (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *