oleh

Heboh Jalan Bermotif Batik di Banyuasin, Ini Penjelasan Dinas PUPR

BANYUASIN, ENIMTV – Jalan Poros Kecamatan Pulau Rimau di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan kini sedang ramai menjadi perbincangan. Hal ini disebabkan karena jalan tersebut selain sudah dibangun dengan cor beton, tetapi uniknya terdapat semacam hiasan.

Hiasan-hiasan ini terpampang nyata berada di badan jalan, terutama jalan depan Kantor Kecamatan Pulau Rimau, terdapat garis-garis yang diperkirakan terbuat dari cairan semen membentuk pola-pola yang unik atau motif tertentu.

“Jalan ini kemarin-kemarin sesudah dibangun belum ada garis-garis seperti ini, kini sekarang jalannya memiliki motif seperti batik,” ujar Kailani, salah satu warga Kecamatan Pulau Rimau.

Baca juga:  Presiden Joko Widodo: Enggak Apa Nebeng Sobat Ambyar Buat Bumikan Pancasila

Tak hanya menyerupai batik, jalan yang dibangun sampai ke Jembatan Besi Tanah Kering ini juga terdapat motif-motif lain yang tak kalah indahnya dengan motif batik tadi. Kailani mempertanyakan apa ini yang disebut dengan Program Infrastruktur Bagus.

“Ada juga yang sekilas kayak Kaligrafi dan kayak Loreng macan. Mungkin karena ini Kecamatan Pulau Rimau kali ya, jadinya ada motif mirip macan. Jalan ini kalau tidak salah merupakan salah satu yang dibangun dengan dana Rp288 miliar, harusnya dibangun dengan mulus dan baik,” tegasnya.

Baca juga:  Bejat! Bapak Perkosa Anak Sampai Dua Kali Hamil

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banyuasin, Ardi Arpani mengatakan jalan yang terlihat seperti bermotif tersebut memang mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, diberi semacam perekat agar tidak semakin parah.

“Kemarin karena lalu lintas tinggi, masyarakat sendiri tidak disiplin. Baru sudah dicor kemudian dilewati truk-truk bertonase tinggi yang seharusnya butuh waktu 14 hari, itu 2 sampai 3 hari sudah dilewati,” jelasnya.

Baca juga:  Dimulai Hari Ini, Vaksinasi Pelayan Publik Banyuasin Diikuti Ribuan ASN

Dikatakan Ardi, bahwa jalan tersebut masih ada masa pemeliharaan selama setahun, jadi kalau serah terima terjadi pada bulan Desember, maka Desember selanjutnya lagi akan diperbaiki.

“Kan masih ada yang belum dibayar, kita sudah dibuat pernyataan kalau tidak diperbaiki, maka 5% tidak dibayar,” tegasnya. (SMSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *