oleh

Donasi Untuk Korban Kebakaran Pasar Bawah Capai Rp 600 Juta, BPBD: Akan Dialokasikan Untuk Bangun Rumah Korban

LAHAT, ENIMTV – Sejumlah korban kebakaran Kelurahan Pasar Bawah, Kabupaten Lahat mempertanyakan uang donasi yang terkumpul dari para donatur setiap harinya, hingga kini tak kunjung dibagikan kepada korban.

“Kalo sembako sudah dibagikan, tapi uang yang terkumpul dari para donatur hingga kini tak kunjung dibagikan. Untuk tempat tinggal saja kami masih bingung meskipun Pemda berjanji akan membangunkan kembali rumah kami,” ujar Dina, salah satu korban kebakaran saat dijumpai awak media di sisa puing-puing bangunan rumahnya, Kamis (15/10/2020).

“Gubernur HD kemarin juga berjanji menjamin hidup kami selama 6 bulan ke depan, namun kenyataannya dapur umum saja sudah ditutup,” imbuhnya.

Senada dikatakan oleh Rifai (50), korban lainnya, saat ini dirinya terpaksa numpang tidur di Balai Kantor Lurah Pasar Bawah.

Baca juga:  HUT ke-152, Kabupaten Lahat Dapat Kado Rp 94,3 Miliar dari Gubernur Sumsel

“Entah sampai kapan kami numpang ngungsi di sini. Kalu nak numpang tinggal di rumah sanak keluarga dan anak kami, rumahnya jauh,” kata Rifai kepada awak media, sambil menunjukkan kondisi rumahnya yang tidak jauh dari Balai Kantor Lurah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, Ali Afandi mengungkapkan bahwa donasi yang telah terkumpul untuk korban kebakaran Pasar Bawah dalam bentuk uang, hingga kini berjumlah Rp600.000.000. Sementara bantuan dalam bentuk sembako, setiap harinya langsung didistribusikan kepada korban kebakaran.

“Kalo dana hingga hari ini, sudah terkumpul 600 juta-an. Sementara bantuan sembako dan beras, langsung didistribusikan kepada korban. Namun mulai kemarin kita tahan dulu pembagian sembakonya, menunggu stok yang ada di korban jika telah habis baru kami bagikan lagi, karena masing-masing KK telah mendapatkan bagian beras 200 kg dan Indomie 100dus/KK,” ungkap Ali saat dikonfirmasi oleh Enimtv.com melalui sambungan telepon, Kamis (15/10).

Baca juga:  Kejari Lampura Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-59

Ali menambahkan, dana Rp 600 juta tersebut tidak akan dibagikan kepada korban, namun akan dialokasikan untuk membangun rumah warga. Sementara untuk jaminan hidup selama 6 bulan ke depan seperti yang dijanjikan oleh Gubernur HD, beliau mengarahkan untuk menanyakan kepada Dinas Sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lahat, Iskandar, S.E. belum memberikan tanggapannya saat dihubungi Enimtv.com. Bahkan saat ditemui di kantornya, beliau tidak ada di tempat.

Baca juga:  Hadiri Pelantikan Pengurus KONI dan Perbakin Lahat, HD Minta Pelajaran Menembak Menjadi Muatan Lokal di Sekolah

Selain itu, Enimtv.com juga menghubungi Kepala Dinas Perkim Pemkab Lahat, Limra Naufan, untuk mengonfirmasi terkait pembangunan rumah warga yang direncanakan oleh Bupati Lahat Cik Ujang. Limra mengaku pihak Perkim hanya sebatas perencanaan. Pendanaan bersumber dari BPBD Kabupaten dan donatur.

“Prasarana kita usulkan ke Perkim Provinsi. Rumah diusulkan ke Kementerian PUPR, tapi butuh waktu. Mungkin pembiayaan lewat dana donatur yang ada,” ujar Limra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/10).

“Pendanaan rencananya dari BPBD Kabupaten, tapi itu pun masih kurang. Mungkin perlu usulan BPBD Provinsi, tapi bukan kami yang urus. Kami terbatas pada perencanaaan, kalo pendanaan bukan kami,” pungkasnya. (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *