MAGETAN, ENIMTV – Dampak pandemi Covid-19 hampir dirasakan di semua sektor, salah satunya sektor pertanian. Para petani mengalami kerugian akibat harga anjlok di tingkat petani ketika memasuki musim panen.
Pairan, seorang Petani kubis di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengatakan dirinya merasa sedih karena merugi akibat harga pasar yang sangat rendah.
Dilansir dari ANTARA, Ia mengungkapkan bawa saat ini harga kubis di tingkat petani hanya berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram.
Dengan harga yang sangat rendah tersebut, petani mengalami kerugian karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan biaya tanam yang dikeluarkan.
“Padahal sebelumnya harga kubis masih di kisaran angka Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram,” ungkap Pairan di Magetan, Jumat (11/9/2020).
Selain itu, Pairan juga mengatakan bahwa pupuk bersubsidi sulit untuk didapatkan selama masa tanam.
“Untuk memenuhi kebutuhan tanam, petani terpaksa menggunakan pupuk nonsubsidi yang tentunya harganya lebih mahal,” katanya.
Pairan menilai penurunan harga kubis disebabkan dampak pandemi Covid-19, karena daya beli masyarakat sehingga membuat permintaan pasar lesu.
“Mungkin karena Corona ini, sehingga pembelian sayuran, termasuk kubis, di pasaran juga menurun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Magetan, Eddy Suseno mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang ikut terdampak pada masa pandemi.
Turunnya daya beli masyarakat berimbas pada keberadaan stok dan harga komoditas di pasaran. Adapun yang mengalami penurunan harga adalah komoditas yang khusus untuk keperluan hajatan.
“Hal itu karena orang hajatan tidak ada di masa pandemi. Mengenai penurunan harga komoditas dampak Covid-19 tersebut, masih saya cek di lapangan. Sejauh ini laporan belum lengkap,” kata Eddy. (*)








