MUARA ENIM, ENIMTV – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim terus mendorong anak-anak agar berani berekspresi, percaya diri, dan mengembangkan kreativitas melalui kegiatan positif.
Salah satunya diwujudkan lewat Lomba Story Telling Bahasa Daerah Kabupaten Muara Enim yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, di Aula Kabupaten Layak Anak (KLA) DPPPA Muara Enim, Rabu (22/7/2026).
Sebanyak 33 siswa Sekolah Dasar (SD) dan sederajat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Muara Enim mengikuti perlombaan tersebut.
Dengan penuh percaya diri, para peserta menampilkan kemampuan bercerita menggunakan bahasa daerah sekaligus menyampaikan pesan ajakan menolak perundungan (bullying).
Kepala DPPPA Kabupaten Muara Enim H. Husin Aswadi, S.E., M.M., mengatakan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak agar terus memenuhi hak-hak anak sehingga mereka dapat tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan memperoleh perlindungan secara optimal.
Lomba story telling merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan DPPPA bersama sejumlah perlombaan lainnya, seperti Lomba Vokal Solo tingkat SMP, Lomba Mewarnai bagi anak TK dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta Lomba Video Pencegahan Perkawinan Anak tingkat SMA.
“Melalui berbagai kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, serta berani berekspresi secara positif sesuai bakat dan minat yang dimiliki,” ujar Husin.
Husin menambahkan, lomba story telling tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk karakter anak.
“Selain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kegiatan tersebut mampu mengembangkan imajinasi, kreativitas, menumbuhkan budaya literasi, serta meningkatkan minat baca sejak dini,” imbuhnya.
Husin berpesan bagi yang berhasil meraih prestasi, jadikan keberhasilan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkarya.
“Sedangkan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena setiap pengalaman adalah proses belajar menuju keberhasilan di masa depan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kabupaten Muara Enim, Hj. Reni Anggraini, S.E., M.M., menjelaskan sosialisasi perlombaan telah dilakukan di seluruh 22 kecamatan melalui surat resmi maupun media sosial.
“Setiap sekolah diberikan kesempatan mengirimkan satu orang peserta untuk mengikuti lomba story telling ini,” jelasnya.
Reni mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Tidak hanya berasal dari Kecamatan Muara Enim, tetapi juga dari Semende, Rambang, Lubai hingga Empat Petulai Dangku.
“Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari sekolah-sekolah untuk memberikan ruang bagi anak-anak menampilkan kemampuan dan bakat mereka,” kata Reni.
Reni menambahkan, seluruh peserta akan diundang menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Muara Enim.
“Para juara dari masing-masing cabang lomba nantinya akan diberi kesempatan untuk tampil pada puncak peringatan Hari Anak Nasional,” pungkasnya.
Adapun dewan juri Lomba Story Telling terdiri atas Rosmalena, S.E., M.M. dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim, Yulia Suryadini, S.Pd. dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, serta Ryan Putra Purnama dari unsur seniman. (Aal)








