Kades Muara Lawai Tepis Tuduhan Salah Satu Media Online Saat Meninjau Proyek Double Track di Desanya

Berita, Sumsel783 views

LAHAT, ENIMTV – Kepala Desa Muara Lawai Johan menepis adanya pemberitaan yang telah tayang di salah satu media online Saungnews.co yang memberitakan bahwa telah terjadi peristiwa pemukulan kepada salah satu karyawan PT. SLI dan PT. Berkah subkon dari PT. KAPM. saat mengerjakan proyek pembangunan Double Track di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (27/11/2020).

Johan menjelaskan kronologi kejadian saat itu, sejatinya Pemerintah Desa datang ke lokasi hanya untuk meninjau dan memantau aktivitas pekerjaan Pembangunan Double Track yang menurutnya minim koordinasi dengan Pemerintah Desa Muara Lawai.

“Sebagai pemangku wilayah, kami mengimbau kepada perusahaan yang beroperasi di desa kami untuk kooperatif dalam segala hal terhadap Pemerintah Desa, termasuk melaporkan data karyawan perusahaan yang bekerja agar kami dapat mengontrolnya. Sebaiknya perusahaan lebih memberdayakan warga lokal dalam pengerjaan proyek tersebut, agar tidak terjadi kecemburuan sosial dan menghidupkan ekonomi masyarakat lokal,” jelas Johan saat disambangi oleh Enimtv.com di kantornya, Selasa (1/12).

Johan menuturkan, pada saat dirinya beserta beberapa perangkat desanya datang ke lokasi pengerjaan proyek, Jumat (27/11), ada salah satu karyawan PT. SLI, Aan, yang merasa terusik oleh kedatangannya sehingga menimbulkan keselisih pahaman dan nyaris adu fisik terjadinya penyerangan terhadap dirinya.

“Beruntung saja salah satu perangkat desa saya, Aswan, sigap dan spontan memberikan pembelaan kepada saya. Namun tidak ada peristiwa pemukulan seperti yang telah diberitakan oleh salah satu media online, yang ada hanyalah perdebatan adu argumentasi. Kami hanya membela diri dari tindakan massa yang telah terprovokasi dan terpancing emosi,” tuturnya.

Baca juga:  PN Lahat Sukses Gelar Syukuran Perayaan HUT ke-75 Mahkamah Agung

Terkait adanya fee komisi untuk desa seperti yang disebutkan di dalam berita, menurut Johan, hal tersebut baru sebatas wacana dan belum ada sama sekali kontribusi maupun kompensasi untuk desa dari aktivitas pengerjaan proyek tersebut.

“Kami hanya ingin agar desa kami kondusif dan aman. Karena menurut penilaian kami tentunya aktivitas penimbunan dalam pengerjaan proyek double track tersebut sudah pasti secara sengaja maupun tidak disengaja ada dampak lingkungannya, seperti debu dan limbah tanah yang mengganggu kebun warga,” bebernya.

Ditambahkan Johan, kepada salah satu media yang telah memberitakan dirinya secara sepihak tanpa konfirmasi lagi kepadanya, menurutnya hal tersebut telah mencemarkan nama baiknya

“Diharapkan pewarta tersebut tidak hanya mendengarkan keterangan sepihak dari orang yang berseteru dengan Pemerintah Desa Muara Lawai saja, sebaiknya pewartanya dapat juga mendengarkan penjelasan dari Pemerintah Desa Muara Lawai (konfirmasi) agar pemberitaan yang disajikan berimbang dan tidak tendensius,” pungkasnya. (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *