MUARA ENIM, ENIMTV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim terus berinovasi mendorong pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi barang bernilai ekonomis.
Hal tersebut didampaikan Bupati Muara Enim H. Edison di sela-sela penandatanganan Amendemen Nota Kesepakatan Bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka mendukung pembangunan daerah Kabupaten Muara Enim, khususnya di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), invensi serta inovasi bersama Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Dr Yopi di Kantor Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Adapun kepala OPD yang hadir mendampingi Bupati di antaranya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Panca Surya Diharta, Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim.
Pada kesempatan tersebut, Bupati mengharapkan melalui Amendemen Nota Kesepakatan ini Pemkab Muara Enim dapat bekerja sama dan bersinergi dalam memanfaatkan sepenuhnya hasil rekomendasi dan pengkajian bersama BRIN di berbagai bidang inovasi, seperti pemanfaatan serat nanas, pengolahan sampah, termasuk juga pemanfaatan FABA sebagai bahan baku produk industri sehingga menjadi barang yang bernilai ekonomis.
“Saya menilai dan melihat bahwa pemanfaatan FABA tidak hanya berguna dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi katalis penggerak roda perekonomian masyarakat,” ujar Edison
Lebih lanjut, Edison menambahkan bahwa, langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan fiskal daerah.
Selain itu, limbah FABA bisa dimanfaatkan oleh UMKM sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“FABA memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai sektor, terutama konstruksi dan infrastruktur, serta dalam upaya reklamasi lahan karena harga yang lebih murah,” pungkasnya. (Aal)








