oleh

Serentak, Sejumlah Polsek Jajaran Polres Muba Pasang Spanduk Larangan Penyulingan Minyak Ilegal

MUSI BANYUASIN, ENIMTV – Guna meminimalisir dan mengantisipasi serta mengedukasi sejumlah Aktivitas Tambang Rakyat ‘Illegal Drilling’ di Kabupaten Musi Banyuasin, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Musi Banyuasin (Muba), Polda Sumatera Selatan melakukan tindak cepat.

Di antaranya melalui kegiatan sosialisasi dan pemasangan spanduk larangan melakukan aktivitas penyulingan minyak ilegal di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Batanghari Leko, Polsek Babat Toman, Polsek Bayung Lencir, dan Polsek Babat Supat, beberapa waktu lalu.

Untuk Wilkum Polsek Batanghari Leko dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Ipda Mustaqim Hadi, S.H., Kanit Intel Polsek Batanghari Leko Iptu Suhendra dan anggota, beserta Kapospol Dayung Aiptu A. Hamid, S.E. dan anggota, didampingi pihak dari Koramil yang diwakili oleh Babinsa Desa Pangkalan Bulian Serda Eliyusman dan perangkat desa Pangkalan Bulian an. LESI, melaksanakan giat sosialisasi dan pemasangan spanduk tentang larangan melakukan aktivitas penyulingan minyak di beberapa titik pengolahan minyak ilegal di Dayung Desa Pangkalan Bulian, Kec. Batanghari Leko, Kab. Muba.

Baca juga:  Gubernur Sumsel Lantik Kurniawan sebagai Pj Bupati Muara Enim

“Untuk Wilkum Polsek Babat Supat, dipimpin Kapospol Seratus Lapan selaku Bhabinkamtibmas Polsek Babat Supat Aipda Shofian didampingi anggota Koramil Sei Lilin Babinsa Kopral Joko, juga melaksanakan giat sosialisasi dan pemasangan spanduk tentang larangan melakukan aktivitas penyulingan minyak di wilayah hukum Polsek Babat Supat, Kab. Muba,” ungkap Kapolres Muba melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian, dalam keterangannya, Selasa (27/12/2022).

Baca juga:  Polres Lahat Gelar Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pilkades Pengamanan Serentak Tahun 2021

Lebih lanjut, dikatakan mantan Kapolsek Keluang ini, untuk Wilkum Polsek Babat Toman dipimpin langsung Kanit Reskrim, anggota pos pol Simpang Pinago Polsek Babat Toman, melakukan kegiatan imbauan kepada warga yang sedang mengangkut minyak mentah di wilayah hukum Polsek babat Toman, untuk menghentikan pekerjaannya dan lebih baik berladang berkebun.

“Untuk Wilkum Polsek Bayung Lencir, dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Bayung Lencir Iptu Eko Purnomo, S.H., M.H. bersama dengan Forkopimcam Kec. Bayung Lencir, terdiri dari Koramil Bayung Lencir, Trantib Bayung Lencir dan Media, melaksanakan pengecekan, imbauan dan penertiban penyulingan minyak tradisional di Wilayah Hukum Polsek Bayung Lencir,” katanya.

Baca juga:  Kapolres Muratara Peduli Masyarakat Terkena Penyakit Sindrom Hidrosefalus

Sampai saat ini, ditambahkan Kasat Reskrim, bahwa kegiatan penyulingan minyak tradisional di seputaran wilayah hukum Polsek Bayung Lencir tidak ditemukan adanya aktivitas dan memberikan imbauan agar tidak lagi melaksanakan kegiatan tersebut, sesuai dengan undang-undang yang melarang aktivitas penyulingan minyak tradisional.

“Selain melakukan pemasangan spanduk larangan melakukan aktivitas penyulingan minyak secara ilegal, sejumlah personil Polsek yang ada di Kabupaten Muba, serentak juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan aktivitas illegal drilling dan illegal refyneri, karena hal tersebut merupakan kegiatan ilegal yang dapat dipidana atau denda maksimal Rp60 juta,” tutupnya. (SMSI Muba)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *