Kasus Dugaan Percobaan Pembunuhan Anggota DPRD Muratara Masih Misteri, Kasat Reskrim: Masih Penyelidikan

Berita, Sumsel95 views

MURATARA, ENIMTV- Dugaan kasus pembunuhan (pengancaman) terhadap anggota DPRD Muratara, Firsyah H Lakoni masih misteri. Pasalnya, hingga kini Satreskrim Polres Musi Rawas Utara (Muratara) masih melakukan penyelidikan atas laporan pelapor Firsyah H Lakoni.

“Masih tahap penyelidikan,” demikian tegas Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra melalui Kasat Reskrim AKP Jailili saat dimintai keterangan awak media di ruangannya, Senin (26/9/2022).

Korps baju cokelat itu tidak merinci sejauh mana penyelidikan yang dilakukan pihak Polres Muratara.

Dari pantauan wartawan, ada dua saksi dimintai keterangan oleh penyidik Pidum Polres Muratara, terkait kronologis kejadian yang dialami pelapor di lokasi kejadian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pelapor Firsyah, sapaan Firsyah H Lakoni menceritakan kronologi secara singkat kepada wartawan, bahwa pada 21 September 2022 lalu dia melapor ke Polres Muratara terkait dugaan perencanaan pembunuhan terhadap dirinya.

Baca juga:  Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan, Presiden Jokowi Harapkan Mampu Perkuat Ketahanan Pangan dan Air

“Di Polres saya bertemu dengan Kanit Pidum. Kanit Pidum menyuruh saya buat laporan sementara ke PPA. Laporan saya diterima langsung oleh Kanit PPA Winarno. Saya langsung diperiksa Winarno dan saya juga meminta kepada Kanit PPA untuk memeriksa 4 saksi, tapi jawaban Kanit PPA kalau untuk memeriksa 4 orang saksi, Winarno angkat tangan dan tidak sanggup. Lalu saya disuruh datang lagi 23 September 2022,” terangnya.

Selanjutnya, Firsyah dan beberapa saksi memenuhi keinginan penyidik datang pada Jumat (23/9/2022) ke Polres Muratara.

Baca juga:  Abdul Aziz: Pengungkapan Kasus Dugaan Percobaan Pembunuhan Anggota Dewan Muratara Lamban

“Ada 4 saksi dimintai keterangan selama 4 jam. Lalu Kanit Pidum meminta kepada saya untuk menghadirkan 2 saksi lagi yang pernah lihat dan kenal siapa yang membawa mobil tersebut. Senin (26/9/2022), saya akan hadirkan saksi saksi lagi,” ujar Tokoh Masyarakat Muratara ini.

Lanjut Firza menjelaskan, bila semua saksi sudah diperiksa dan juga belum ada tanda tanda tindakan dari Polres Muratara, artinya batas waktu kesabarannya hingga Selasa 27 September ini.

“Kalau sampai Selasa tidak ada tindak lanjut dari pihak Polres Muratara, maka saya akan melaporkan ke Polda masalah ini. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polda untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Baca juga:  Pastikan Kasus Penembakan 6 Pengikut HRS Berjalan Transparan, Polri Bentuk Tim Investigasi

Dia berharap pihak Polres Muratara transparan dan bertindak tegas dengan persoalan ini. Pelapor Firsyah ingin secepatnya pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum karena menyangkut nyawa.

“Saya juga tidak mengerti apabila senjata pelaku itu meletus, mungkin saya sudah mati, tapi Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya. Karena pelaku mau menembak saya jaraknya sekitar 1 meter. Senjata yang digunakan pelaku diduga jenis Colt otomatis sebab empat kali tidak meletus. Mobil yang dikendarai pelaku yakni jenis Toyota Cayla BG 1352 Q warna silver,” pungkasnya. (SMSI Silampari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *