BANDUNG, ENIMTV – Guna menyempurnakan penyusunan Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) Kabupaten Muara Enim periode 2021-2046, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Kerja sama terkait hal tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan (PKS) antara Kepala Dinas (Kadin) PPKB Kabupaten Muara Enim H. Rinaldo dengan Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan UPI Yadi Ruyadi, di Ruang Rapat Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan UPI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/08/2022).

Kadin PPKB Muara Enim menjelaskan, penyusunan GDPK telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 153 Tahun 2014, di mana dalam Perpres tersebut disebutkan 5 pilar pembangunan di bidang kependudukan, yaitu Pengendalian kuantitas penduduk, Peningkatan kualitas penduduk, Penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk, Pembangunan keluarga berkualitas, Penataan data dan informasi kependudukan serta administrasi kependudukan, yang harus menjadi bagian dari isi Grand Design Pembangunan Kependudukan.
“Sebagai arahan kebijakan yang dituangkan dalam program lima tahunan pembangunan kependudukan di Kabupaten Muara Enim dan untuk mewujudkan target pembangunan kependudukan, perlu dilaksanakan penyusunan dokumen Grand Desain Pembangunan Kependudukan,” jelas Rinaldo.
Lebih lanjut, Rinaldo menerangkan, dalam pembangunan nasional maupun pembangunan daerah, tidak dapat dipungkiri bahwa penduduk dan dinamikanya mempunyai peran yang sangat penting.
“Penduduk merupakan manusia itu sendiri, sedangkan dinamikanya merupakan segala hal yang berkaitan dengan penduduk. Dengan demikian, pada hakikatnya segala macam aspek perencanaan pembangunan harus mengacu dan berdasarkan pada situasi kependudukan yang sedang terjadi,” terangnya.

Lebih jauh, Rinaldo juga menjelaskan bahwa, penduduk merupakan penerima manfaat utama dari pembangunan, sehingga tidaklah berlebihan apabila situasi kependudukan mempunyai keterkaitan yang erat dengan pembangunan.
“Apalagi jumlah, struktur, persebaran, dan pertumbuhan penduduk mempunyai dampak pada berbagai aspek pembangunan seperti sosial, ekonomi, budaya, pangan, energi, lingkungan, politik dan keamanan serta berbagai aspek pembangunan lainnya. Dan sebaliknya aspek-aspek pembangunan tersebut secara resiprokal juga mempunyai pengaruh terhadap situasi kependudukan baik yang sedang terjadi sekarang ataupun di masa depan,” jelasnya.

Untuk menyempurnakan hal tersebut, kata Rinaldo, Pemkab Muara Enim menggandeng UPI dalam penyusunan GDPK Kabupaten Muara Enim ini.
“Dengan harapan semoga hasil dari PKS ini dapat menjadi panduan sebagai arahan kebijakan yang dituangkan dalam program lima tahunan pembangunan kependudukan di Kabupaten Muara Enim, untuk mewujudkan target pembangunan kependudukan selain dari mencapai kualitas penduduk yang tinggi, sehingga mampu menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan UPI Yadi Ruyadi mengatakan, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin memberikan yang terbaik guna menyempurnakan GDPK Kabupaten Muara Enim.
“Karena ini menyangkut pertumbuhan (kualitas) penduduk yang menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan Kabupaten Muara Enim dan bangsa ke depan,” katanya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Muara Enim, Kadin Kominfo Muara Enim, serta Kabag Kerja Sama dan Kabag Hukum Setda Kabupaten Muara Enim. (Aal/Diskominfo-ME)








