Pemerintah Terkesan Tak Acuh, Warga Semendo Terus Bangun Jembatan Secara Swadaya

Berita, Daerah340 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Tak hanya diam berpangku tangan, warga Desa Segamit, Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) terus berjuang membangun dua jembatan yang putus tahun lalu dengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

Diketahui, dua jembatan tersebut adalah jembatan Air Perikan dan jembatan Air Endikat. Keduanya amblas terbawa arus sungai pada 2021 lalu.

Desa di ujung Semendo Raya yang sohor dengan hasil perkebunan dan pertaniannya, salah satu yang paling masyhur adalah kopi Semendo yang ditanam di dinding-dinding bukit barisan.

Kedua jembatan tersebut merupakan akses utama menuju ke areal perkebunan dan pertanian warga. Lebih jauh, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga sehari-hari termasuk pendidikan dan perniagaan.

Mirisnya, diketahui hingga tahap pembangunan berlangsung, belum ada uluran tangan dari pemerintah dalam mendukung program pembangunan tersebut.

Semenjak kedua jembatan tersebut putus, berbagai aktivitas warga menjadi terhambat dan waktu tempuh yang menguras waktu cukup lama.

Ketua pembangunan jembatan Air Perikan, Surman mengatakan, sejauh ini progres pembangunan sudah mencapai 60 persen, semua berkat jerih payah dan kerja keras masyarakat. Dalam pembangunan jembatan ini, ada banyak masyarakat yang dilibatkan, bukan hanya Desa Segamit, melainkan dari desa-desa lainnya seperti Pajar Bulan, Aremantai dan Siring Agung.

“Semua turun tangan dalam mewujudkan jembatan Air Perikan ini. Saat ini pembangunan baru jembatan Air Perikan, sementara untuk jembatan Air Endikat sendiri kepanitiaan belum terbentuk, karena untuk melaksanakan pembangunan di Air Endikat harus menyelesaikan dulu pembangunan jembatan Air Perikan untuk mobilisasi alat berat ke sana,” kata Surman kepada awak media, Sabtu (4/6/2022).

Baca juga:  Plt. Bupati Muara Enim Minta PT. KAI Percepat Realisasi Pembangunan Flyover/Underpass

Surman menuturkan, masyarakat mengambil langkah untuk membangun jembatan tersebut secara swadaya dikarenakan sudah jenuh menunggu jawaban dan tanggapan pemerintah, terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Sudah hampir satu tahun jembatan tersebut putus dan tidak dapat dilalui, namun berkali-kali masyarakat hanya makan janji, ada kepercayaan yang terkikis pada hati masyarakat Semendo dan Desa Segamit khususnya terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim,” tuturnya,

Dana yang terkumpul dari hasil swadaya masyarakat dan beberapa donatur yang enggan disebutkan namanya, total pembelanjaan untuk pembangunan hingga saat ini sudah menyentuh angka Rp170 juta.

Yang ditakutkan Surman, melihat sikap pemerintah yang tak acuh, masyarakat akan menjadi apatis dan tidak ingin lagi berkontribusi untuk kemajuan daerah.

“Jangan sampai hal itu terjadi, kita berharap ada solusi yang dapat dihadirkan oleh pemerintah di tengah-tengah permasalahan yang sedang dihadapi warganya,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga desa lainnya, Romi Arrasyid membenarkan upaya pembangunan kedua jembatan tersebut melalui dana swadaya dan melibatkan masyarakat desa lainnya.

“Karena dalam hal ini kedua jembatan tersebut merupakan akses penting bagi banyak desa,” ujar Romi.

Dirinya mendengar banyak kabar, bahwa bupati sedang begitu aktif melakukan berbagai kunjungan ke banyak desa di Muara Enim, salah satu yang terbaru adalah kunjungan ke Desa Dalam, Kecamatan Belimbing meninjau jalan amblas dan pembangunan jembatan di Kecamatan Ujan Mas.

Baca juga:  Dorong Kreativitas Pelaku Ekonomi Kreatif, Dinas Parekraf Muara Enim Gelar Workshop Pembuatan Kain Ecoprint Tahun 2020

“Lantas bagaimana nasib kami di Semendo, jembatan yang sudah putus ini akan dibiarkan saja, jujur saja kami masyarakat sudah tidak butuh lagi kunjungan, tapi tindakan nyata dan bantuan,” tegasnya.

Dikatakan Romi, pemerintah seolah tutup mata atas kejadian ini, padahal masyarakat sudah berkali-kali menyuarakan aspirasinya.

“Sudah berkali-kali Dewan datang dan masyarakat menyuarakan aspirasi, namun sampai kedua jembatan tersebut perlahan dibangun, pemerintah terkesan tak acuh,” pungkasnya. (Aal/Vn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *