oleh

Direkomendasi Dipecat, Brigadir Andriansyah Tinggal Menunggu Upacara PTDH

LAHAT, ENIMTV – Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto, S.I.K., melalui Waka Polres Kompol Feby Febriyana, S.I.K didampingi Kabag SDM Kompol M. Nuh, S.H. dan Kabag Log Kompol Teletambua, S.H., melalui Sidang Kode Etik Profesi merekomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam kasus oknum anggota Polres Lahat Brigpol Andriansyah yang terkait kasus pembakaran seorang perempuan hingga tewas.

Waka Polres Lahat Kompol Feby Febriyana menjelaskan bahwa, Brigpol Andriansyah telah melakukan pelanggaran bukan hal yang kecil.

“Sebelumnya telah lima kali mendapat Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD), terdiri dari satu kali kasus pengancaman dan empat kali tes urine positif narkoba,” jelas Feby dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Baca juga:  Terkait Penangkapan 8 Petinggi-Anggota KAMI, Ini Penjelasan Detail Polri

Selain itu, Brigpol Andriansyah juga tidak menjaga citra dan kehormatan Polri, dengan cara melakukan penganiayaan dan atau pembakaran terhadap seorang wanita yang mengakibatkan korban meninggal dunia setelah 16 hari dirawat

Sesuai Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan atau Pasal 7 Ayat 1 (B) itu di dan Pasal 11 (C) dan (M) Pasal 21 ayat 3 (1) Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Baca juga:  Mendes PDTT Pastikan Dana Desa Boleh Dipergunakan Untuk Pendidikan

“Bahkan, pasca kejadian pembakaran, kembali dilakukan tes urine oleh Propam Polres Lahat dan hasilnya positif mengonsumsi narkoba,” sambungnya.

Dari rekomendasi ini, kata Feby, selanjutnya diserahkan ke Polda Sumsel menunggu Surat Kepetusan (SKEP) PTDH, kemudian akan digelar upacara pemecatan.

Dari hasil keputusan sidang kode etik, Brigpol Andriansyah menerima putusan tersebut dan tidak ada pembelaan.

Brigpol Andriansyah mengaku salah dan meminta maaf kepada Institusi Polri dan keluarga korban.

Usai putusan sidang, Brigpol Andriansyah langsung kembali dijebloskan ke dalam penjara umum Mapolres Lahat.

Baca juga:  Polri Tambah Kuota Putra Asli Papua, 396 Polisi Ikuti Sekolah Perwira

Bripol Andriansyah dititipkan sementara sebelum kembali diserahkan ke Mapolres Muara Enim guna menjalani proses penyidikan kasus pembakaran seorang perempuan hingga tewas.

“Untuk rekan-rekan anggota, ini adalah contoh yang tidak baik, dan marilah kita kerja yang baik dan benar. Jauhi narkoba. Karena bila sudah terjadi seperti kasus ini, maka yang dirugikan paling utama adalah diri anda sendiri, keluarga dan Institusi Polri yang sama-sama kita cintai,” ujar Feby menyampaikan pesan Kapolres Lahat. (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *