oleh

Diduga Terlibat Kasus Suap Bupati Muba, Mantan Kapolres OKU Timur Ditahan

JAKARTA, ENIMTV – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri melakukan penahanan terhadap mantan Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKBP Dalizon.

AKBP Dalizon diketahui dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres OKU Timur pada Desember 2021 karena diduga melakukan pelanggaran dan diperiksa Propam Mabes Polri.

“Info Kadiv (Propam) sudah dilimpahkan ke Bareskrim dan sudah diproses Dittipidkor. Dan saat ini (AKBP Dalizon) sudah ditahan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, seperti dilansir dari Detik.com, Sabtu (22/1/2022).

Dedi mengatakan AKBP Dalizon ditahan sejak Sabtu (8/1). Saat ini kasus dugaan korupsi yang menjerat Dalizon itu sudah di tahap pemberkasan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga:  Kapolri Minta Perusahaan Patuhi Aturan PPKM Darurat

“Berkas perkara sudah disusun untuk segera dilimpahkan ke JPU,” ucapnya.

Kasus ini bermula dari keterangan saksi yang dihadirkan di sidang Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin, Herman. Dia menerangkan uang suap pengerjaan empat proyek di Muba juga mengalir ke kepolisian sebesar Rp 2 miliar.

Uang suap yang bersumber dari Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy, itu disebut untuk pengamanan proyek Dinas PUPR Muba 2020 yang sempat bermasalah. Bahkan, menurut Herman, selain aliran dana ke Polda Sumsel, ada dana suap yang mengalir ke Polres Muba.

“Pada 2020 ada Rp 2 miliar dari Suhandy, ada pemintaan dari Polda Sumsel terkait menyelesaikan permasalahan pengamanan Dinas PUPR. Uangnya dari Eddy Umari, diserahkan ke Irfan, lalu diserahkan ke orang suruhan. Sumber yang dari Suhandy katanya untuk proyek berikutnya,” kata Herman ketika memberikan kesaksian dalam sidang, Kamis (20/1).

Baca juga:  Kepala Kejati DKI Sambangi Kantor Pusat SMSI

“Lalu ada juga untuk kebutuhan Polres Muba, katanya tolong dibantu. Ke Kasat Reskrim Rp 20 juta untuk support kebutuhan diberikan ke anak buah Kasat Reskrim. Belakangan baru diketahui uang itu dari Suhandy melalui Eddy Umari,” tambah Herman.

Polda Sumsel telah buka suara terkait pernyataan saksi yang mengatakan Polda Sumsel menerima uang dari penyuap Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin. Apa kata Polda Sumsel?

Baca juga:  Gelar IAWP Pertama Kali, Kapolri: Indonesia Mampu Laksanakan Event Internasional di Tengah Pandemi

“Pemeriksaan bukan di kita, nanti salah menyampaikan perkara yang tidak kita ketahui,” kata Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/1).

Ketika ditanya apakah ada keterlibatan Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon yang dicopot beberapa waktu lalu dan kini diperiksa Divpropam Mabes Polri, Toni belum bisa menjelaskan. Dia pun menyerahkan kasus Dalizon ke Mabes Polri.

“Kalau saya mengatakan, mungkin ada ke arah sana (AKBP Dalizon). Tapi intinya, persoalan ini sudah ditangani di sana (Mabes Polri). Termasuk indikasi keterlibatan dari oknum yang disebut itu, silakan dikonfirmasikan langsung ke sana ya (Mabes Polri),” ujar Toni. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *