oleh

Rugikan Negara Hingga Rp 5 M, Polda Sumsel Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek RS Banyuasin

PALEMBANG, ENIMTV – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumsel, Kombes Barly Ramadhani mengatakan kedua tersangka itu adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kesehatan, Rusman (49), dan kontraktor bernama Junaidi (45).

“Dua orang ini yang satu oknum ASN dan yang satunya lagi dari swasta kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan di RS Banyuasin,” kata Barly, seperti dilansir dari Detik.com, dalam konferensi pers di Polda Sumsel, Palembang, Senin (27/9/2021).

Baca juga:  Satreskrim Polres Lahat Ringkus Sindikat Pembuat SIM Palsu

Barly mengatakan keduanya diduga melakukan korupsi dalam proyek pembuatan turap penahan tanah sungai di RS Kusta Dr Rivai Abdullah, Banyuasin. Keduanya diduga menyebabkan kerugian Rp 5 miliar dalam proyek yang dibiayai APBN 2017 tersebut.

“Akibat perbuatan kedua tersangka, berdasarkan hasil audit BPK, negara mengalami kerugian Rp 5 miliar lebih, terdiri dari Rp 4,9 miliar lebih dari pekerjaan konstruksi, serta Rp 328 juta lebih dari jasa konsultasi dan perencanaan. Kedua tersangka melakukan korupsi dengan modus mengurangi volume fisik pekerjaan dan administrasi tidak sesuai kontrak, bahkan proyek tersebut di-subkon kepada pihak lain,” ucapnya.

Baca juga:  Resmi Dilantik, Pengurus SMSI OKU Timur Periode 2020-2023 Siap Bersinergi dengan Berbagai Pihak

Kasubdit Tipikor Polda Sumsel, AKBP Harisandi mengatakan keduanya diduga menggunakan tenaga ahli yang tidak sesuai dengan dokumen hingga mengurangi volume pekerjaan. Menurutnya, ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, tapi dua orang telah meninggal.

“Tersangka yang dari pihak swasta rekanan kontraktor dan dari pemerintah merupakan oknum ASN yang bertugas sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) Kementerian Kesehatan. Semula yang ditetapkan tersangka ada empat orang, namun dua tersangka lainnya meninggal dunia,” katanya.

Baca juga:  Terkait Kebakaran Gedung Kejagung, Kabareskrim: Ada 19 Orang Diperiksa Sebagai Saksi

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti. Keduanya dijerat pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tipikor.

“Kedua tersangka akan kita limpahkan ke Kejati Sumsel. Keduanya dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tidak pidana korupsi dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun minimal 4 tahun,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *