oleh

Berdalih Faktor Ekonomi, 4 Warga OKU Selatan Nekat Palsukan Surat Swab Antigen

OKU SELATAN, ENIMTV – Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar press release ungkap kasus tindak pidana pemalsuan surat keterangan dokter hasil tes swab antigen sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHPidana.

Penangkapan terhadap tersangka dan pengungkapan tindak pidana tersebut sehubungan dengan laporan Polisi Nomor: LP-A/01/IX/2021/Reskrim tanggal 09 September 2021.

Press release ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha didampingi Waka Polres Kompol MP Nasution, Kasat Reskrim AKP Achep Shara, Kasi Humas Iptu Johan Safri, Kasat Intel dan PJU Polres OKU Selatan.

Dalam keterangan persnya, Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha mengatakan keempat tersangka pemalsuan surat hasil keterangan rapid test swab antigen palsu tersebut masing-masing berinisial R, MY, DA, DE.

Baca juga:  Jalin Silaturahmi, Kapolres OKU Selatan Adakan Tatap Muka Dengan Wartawan

“Keempat tersangka ini memiliki peranan masing-masing, DE dan MY ini pekerjaannya sebagai supir dan DA sebagai kondektur, sedangkan R tercatat sebagai mantan tenaga honorer di lingkungan Puskesmas PBR Ranau Tengah,” Jelas Kapolres. Senin (13/09/2021).

Dikatakan Kapolres, DE dan DA sebagai supir dan kondektur berperan mencari penumpang yang akan membuat surat keterangan hasil swab antigen dengan meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada korban untuk mengeluarkan surat hasil rapid tes antigen.

Sementara MY sebagai penerima pesanan dan R bertindak sebagai pembuat surat palsu itu.

“MY ini mendapatkan softcopy surat dari DE. Surat itu kemudian diedit oleh R, seperti nama dokter, tanda tangan dokter, lantas dicap basah,” ujar dia.

Baca juga:  Atap SDN di Pasuruan Ambruk, 2 Orang Meninggal

Tak hanya itu, Kapolres juga mengatakan keempat tersangka juga menggunakan kop surat Puskesmas BPRT, nama dan tanda tangan dokter pada surat keterangan bebas Covid-19 tersebut.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan, dalam berbagi hasil dari satu surat senilai Rp 100 ribu, keempat tersangka masing-masing memiliki bagian Rp 25000 rupiah per orang.

“Keempat tersangka juga bukan baru kali ini melakukan perbuatan itu, ini sudah ketiga kalinya dan pada saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 12 lembar surat keterangan dokter tentang hasil tes swab antigen palsu,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, dari surat hasil swab antigen yang asli dan palsu ditemukan perbedaan pada stempel yang digunakan oleh tersangka, di mana pada surat antigen yang asli tertulis UPT Puskesmas PBRT.

Baca juga:  Dinkes OKU Selatan Distribusikan 1065 Thermogun Hibah KPU

“Sementara pada surat yang diterbitkan oleh keempat pelaku tertulis UPTD Puskesmas PBRT, Dan keempat tersangka nekat melakukan hal tersebut berdalih karena faktor ekonomi,” beber Kapolres.

Adapun kronologi penangkapan terhadap keempat tersangka bermula dari laporan masyarakat, kemudian polisi bergerak dan berhasil mengamankan sopir dan kondektur berikut surat hasil rapid test antigen.

Selain mengamankan empat tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa surat hasil rapid test antigen palsu, stempel, uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 6 lembar, telepon seluler, serta satu unit laptop, komputer dan printer yang digunakan untuk membuat surat itu. (SMSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *