oleh

Mediasi di Tingkat Kades Tidak Ada Kejelasan, Keluarga H. Mahmud Akan Tempuh Jalur Hukum

SDL, ENIMTV – Pertemuan mediasi antara Keluarga H. Mahmud bin Jage dengan Keluarga H. Zawawi terkait kepemilikan tanah Padang Rigis Batu Puyang yang digelar oleh Pemerintah Desa Pulau Panggung pada Senin (15/2/2021) berjalan alot. Pasalnya, pihak keluarga H. Zawawi yang diwakili oleh anaknya, Musaddad dan Najran tidak bisa menunjukkan keaslian surat SKT dan SPPH yang ia miliki.

Dari analisa dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga H. Mahmud menyimpulkan bahwa surat SKT dan SPPH yang ditandatangani oleh Kades Pulau Panggung Jumharas pada tahun 2000 tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan Yulizar, S.H. yang awalnya garang yakin suratnya asli, mangkir tidak hadir dan tidak bisa menunjukkan surat aslinya di dalam pertemuan.

Musyadad, adik dari Yulizar, sendiri mengakui bahwa terbitnya surat tanah tersebut adalah ulah orang tuanya, Zawawi. Namun yang membuat janggal, pihaknya tidak menunjukkan surat ahli waris yang sebelumnya pernah diperlihatkan kepada publik untuk melancarkan aksinya dalam menjual (Mengkaplingkan) tanah tersebut.

Baca juga:  Gelar Rapat, SMSI Muara Enim Siap Jalankan Program Kerja

“Aku dak tau pak, ini surat gawean orang tuaku, kami siap walaupun kasus ini sampai ke penegak hukum (Pidana),” ujar Musaddad.

Bahkan saat Kades Pulau Panggung menginstruksikan agar Yulizar, Musaddad, dan Najran mengembalikan sejumlah uang panjar milik warga Semende yang terlanjur membeli dan membayar panjar tanah tersebut yang telah ia kaplingkan, Musaddad tidak bersedia mengembalikan uang tersebut dengan alasan yang tidak jelas. Padahal aksi yang mereka lakukan ini diduga merupakan tindak pidana penipuan.

Sementara pihak keluarga H. Mahmud dalam rapat telah menunjukkan cukup bukti kepemilikan tanah Padang Rigis Batu Puyang tersebut, bahwasanya merupakan tanah Tunggu Tubang anak cucu H. Mahmud dengan menunjukkan surat saksi dari keempat batas-batas tanah berbentuk surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai, beserta hadirnya sebagian besar cucu dari H. Mahmud bin Jage dari yang tertua hingga yang paling bungsu.

Kepala Desa Pulau Panggung sendiri Maman Bagus Purba belum bisa menyimpulkan atas kepemilikan Tanah Padang Rigis Batu Puyang tersebut adalah milik Tunggu Tubang H. Mahmud, dengan membuat berita acara bahwa mediasi tidak menemukan kesepakatan dan tanah tersebut dinyatakan sengketa.

Baca juga:  Asisten I Minta Perusahaan Manfaatkan Tenaga Kerja Lokal.

Menyikapi hal tersebut, Cucu H. Mahmud yaitu Yondri, Usmawati dan Endi MK, Nasir, dan Drs. Agus, mengatakan seharusnya Pemerintah Desa sekelas kades yang dipilih oleh warganya dan digaji oleh negara harus tegas dan bisa membela rakyatnya menegakkan hukum, termasuk adat istiadat di Pulau Panggung Semende ini Tunggu Tubang.

“Masa tanah yang benar sah milik Tunggu Tubang warganya dibilang tanah sengketa,” ucap Yondri.

“Mereka ini sudah jelas merampas hak tanah Tunggu Tubang kami, dengan memanipulasi Surat Kepemilikan Tanah,” tegas Yondri didampingi cucu H. Mahmud yang lainnya.

Menyikapi hal ini, pihak Keluarga H. Mahmud bin Jage akan segera melaporkan anak dari Alm. Zawawi yaitu Yulizar bersama Musaddad dan Najran ke polisi, atas dugaan melanggar Pasal 263 KUHP (Jika seseorang memalsukan surat pernyataan kepemilikan tanah dan tanda tangan, maka tindakan tersebut patut diduga tindak pidana dengan ancaman hukumannya penjara selama 6 tahun).

Baca juga:  Kemendes PDTT Berikan Panduan Protokol Normal Baru Desa

“Tidak hanya pasal 263 KUHP, bahkan anak Alm. Zawawi, Yulizar, Musaddad dan Najran yang telah berani merampas tanah Tunggu Tubang kami, akan kami laporkan dengan pasal 385 KUHP (Perbuatan curang seperti penyerobotan tanah dapat diancam dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun),” tegasnya.

Segala bentuk kejahatan yang terdapat dalam pasal 385 ini disebut dengan kejahatan Stellionnaat, yang mana merupakan aksi penggelapan hak atas harta yang tak bergerak milik orang lain, seperti tanah, sawah, kebun, gedung, dll.

“Kita akan dukung polisi, khususnya Polres Muara Enim (Polsek Semende) untuk mengungkap kasus ini hingga ada tersangkanya, dan mengungkap apabila ada oknum-oknum yang membekengi Yulizar dalam menjalankan aksinya,” ujar pihak Keluarga H. Mahmud bin Jage (Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *