oleh

Polri Ungkap Sepak Terjang Organisasi Teroris JI Pimpinan Para Wijayanto

JAKARTA, ENIMTV – Polri mengungkapkan sepak terjang jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, Para Wijayanto alias Abang, alias Aji Pangestu, alias Abu Askari merupakan pimpinan tertinggi organisasi kelompok teroris tersebut.

“Namanya Para Wijayanto alias Abang alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahamd Arif alias Ahmad Fauzi Utomo. Dia adalah seorang pemimpin tertinggi amir organisasi teroris JI tahun 2008 sampai 2019,” kata Argo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2021).

Argo menjelaskan, Para Wijayanto sudah menjadi pimpinan tertinggi Amir JI selama 11 tahun. Para Wijayanto mempunyai kekuasaan untuk membangun jaringan di Jawa Tengah.

Baca juga:  Bareskrim Polri Minta Jajarannya Tak Segan Hukum Mati Pengedar Narkoba

“Sebelum jadi amir, Para Wijayanto ini adalah sebagai pemimpin tertinggi jajaran JI. Yang waktu itu masa kepemimpinan amir Jarkasih alias Syarohni alias Mbah. Pada saat itu Arif Jayanto sebagai memegang jabatan sebagai goib wakalah. Dengan jabatan itu, yang bersangkutan Para Wijayanto ini mempunyai wilayah teritorial yang dia bangun ada di Jateng,” jelasnya.

Argo menuturkan, sebelum dipimpin Para Wijayanto, JI sempat vakum selama satu tahun karena tidak ada yang memimpin. Sepak terjang Para Wijayanto, kata Argo, merupakan orang yang mengorganisir personel JI di Jawa Tengah.

“Dan selain itu juga dia mengelola personel JI di Jateng. Sejak tertangkapnya Amir Zarkasih tahun 2005 namun juga tertangkapnya panglima Ashari yaitu atas nama Abu Dujana tahun 2007 sehingga organisasi JI vakum, artinya nggak ada pemimpinnya, adanya kekosongan tahun 2007-2008,” tuturnya.

Baca juga:  Update 7 Juli 2020: Kasus Konfirmasi Positif COVID-19 di Indonesia Meningkat 1.268

Selama memimpin JI, ungkap Argo, Para Wijayanto fokus berdakwah hingga merekrut anggota baru. Saat memimpin JI, sepak terjang Para Wijayanto juga merubah konsep JI yang sebelumnya pukji menjadi tastos.

“Kemudian JI dipimpin oleh amir bernama Para Wijayanto yang mana di kepemimpinan ini dia memfokuskan pada dakwah, kemudian rekruitmen anggota baru dan pendidikan. Selain itu PW ini merubah struktur, dan dia merubah konsep yang lama. Dari kepengurusan lama konsepnya adalah perjuangan JI berdasarkan pukji. Pukji adalah pedoman umum pejuang JI,” ungkapnya.

Baca juga:  Pantau Tol Cikampek, Kakorlantas: Arus Balik Libur Imlek Ramai Lancar

“Kemudian setelah Jamaah, Para Wijayanto ini membangun konsep tastos. Artinya total amniah sistem total solution. Jadi konsep yang baru tastos,” sambung Argo.

Lebih lanjut, Argo mengatakan konsep Tastos berisi beberapa standar operasional prosedur (SOP) kelompok JI. Salah satu SOP yang diutamakan dalam konsep tersebut yakni menjaga keamanan dengan cara bertahan.

“Konsep ini berisi SOP untuk menjaga keamanan kemudian sifatnya bertahan dan ada agar tidak tertangkap dan melaksanakan survei. Ada yang diutamakan SOP tadi, yaitu menjaga keamanan yang sifatnya bertahan agar tidak tertangkap dan survive,” imbuhnya. (*)

Sumber: Divisi Humas Polri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *