Antisipasi Potensi Bencana, Kemendes PDTT Minta Para Kepala Desa Ambil Langkah Taktis dan Strategis

Berita, Nasional56 views

JAKARTA, ENIMTV – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meminta para kepala desa di seluruh Indonesia untuk mengambil langkah-langkah taktis dan strategis guna mengantisipasi potensi bencana alam di daerah masing-masing. Hal itu disampaikan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers dari Kemendes PDTT di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Menurut Mendes PDTT, hal itu penting untuk dilakukan, mengingat Badai La Nina atau angin kencang yang membawa udara basah dan musim hujan dapat berakibat pada peningkatan potensi bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor.

“Kita sudah mengambil langkah-langkah taktis dan strategis antara lain dengan berkirim surat kepada kepala desa, para pendamping desa, para tokoh desa, per 16 Oktober yang lalu,” kata Mendes PDTT yang akrab disapa Gus Menteri, seperti dilansir dariĀ ANTARA.

Gus Menteri mengatakan surat itu berisi tentang arahan agar para kepala desa, pendamping desa dan para tokoh desa melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti angin kencang dan hujan deras yang dapat berakibat pada banjir dan tanah longsor.

Langkah-langkah antisipasi yang bisa dilakukan misalnya dengan membersihkan saluran air, memperkuat penahan banjir dan longsor, membuat atau memperbarui tanda jalur evakuasi, mitigasi bencana dan lain-lain.

Selain itu, langkah lainnya yang bisa dilakukan yaitu dengan mendata warga desa yang tinggal di lokasi rawan bencana, sehingga upaya antisipasi dan pemetaannya lebih jelas.

Baca juga:  Mendes PDTT Jadikan SDGs Desa Sebagai Langkah Konkret Wujudkan Pembangunan Nasional Berkelanjutan

“Kemudian kita juga minta kepada desa-desa untuk menyediakan lokasi penanganan korban bencana di dekat daerah rawan bencana. Supaya memudahkan penanganan utamanya dan percepatan di dalam proses evakuasi,” kata Gus Menteri.

Kemendes PDTT juga mengingatkan bahwa apapun bencana alam yang diantisipasi, kepala desa dan seluruh jajarannya diminta untuk tidak mengabaikan situasi pandemi yang masih terjadi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan dan menjauhi kerumunan selama melakukan upaya antisipasi.

“Kita juga minta segera melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah ketika terjadi bencana,” ujar Gus Menteri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *