oleh

Bangun Pemasaran Digital, Peluang Bagi Pelaku Usaha Sektor Perikanan Saat Pandemi

JAKARTA, ENIMTV – Membangun pemasaran digital menjadi peluang yang baik bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Di mana berdasarkan suatu kajian ditemukan bahwa pertumbuhan pemasaran digital pada saat pandemi ini tumbuh empat kali lebih cepat dibandingkan sebelum pandemi.

Hal itu disampaikan oleh pendiri Digipreneur, Fatoni dalam webinar Bagaimana Cara UMKM bisa bertahan di Masa Pandemi melalui Pemasaran DIgital yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Baca juga:  Berkunjung ke Pos Covid-19 Lahat, Herman Deru Harap Pemkab Dapat Objektif Dalam Penyaluran Bansos

Dilansir dari ANTARA, menurut Fatoni, pada saat ini hampir seluruh orang memiliki ponsel, sehingga arus informasi sudah bisa langsung masuk ke ponsel setiap orang secara pribadi.

“Di dunia yang serba cepat seperti sekarang, maka menjadi keniscayaan untuk bagaimana meng-online-kan bisnisnya,” kata dia.

Apalagi, lanjut Fatoni, generasi muda saat ini cepat untuk belajar aplikasi, sehingga kerap berbelanja melalui daring dibandingkan cara konvensional seperti belanja ke toko.

Baca juga:  Kapolri Terbitkan Maklumat Kepatuhan Prokes Saat Libur Natal dan Tahun Baru

“Maka bagi (pelaku usaha) yang belum berpindah ke daring akan ketinggalan,” katanya.

Kemudian, Fatoni juga mengemukakan dalam pemasaran digital yang fokus diperhatikan bukan omzet dan laba, tetapi bagaimana mencari prospek calon pelanggan sebanyak-banyaknya serta meningkatkan conversation rate, membuat mereka yang awalnya hanya tertarik menjadi benar-benar membeli produk yang dipasarkan.

Sementara itu, pembicara lainnya, Head of Commercial Tani Hub Group Dede Hardiansyah mengemukakan pihaknya juga sedang membangun penjualan produk perikanan melalui teknologi digital.

Baca juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, Kapolri Terbitkan Telegram Larangan Demo di Tengah Pandemi

“Belum lama kita jualan (produk perikanan) tetapi sudah cukup bagus karena berkontribusi kurang dari lima persen penjualan,” ujar Dede.

Dede mengungkapkan bahwa komoditas yang relatif laku antara lain adalah ikan dori (ikan patin) serta ikan mujaer. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *