LAHAT, ENIMTV – Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan masih membuka peluang bagi masyarakat (Kelompok Tani) yang ingin mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat atau Peremajaan Kelapa Sawit Perkebunan yang telah berusia 25 tahun lebih, atau berumur 8 tahun namun produktivitasnya kurang dari 10 ton/ha/tahun.
Dari total target 14.000 ha kuota yang diberikan untuk Kab. Lahat, hasil MOU antara Sekretaris Bidang PSR (Kementerian Pertanian RI) Edi Sudiantoro di Bogor bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab. Lahat Ir. Otong Heriadi, M.Si. pada (26/2) lalu, hingga hari ini baru 111 ha lahan perkebunan yang telah didaftarkan oleh masyarakat melalui kelompok tani.
“Tentunya ini masih jauh dari target, dan masih banyak peluang bagi warga masyarakat dengan kelompok taninya untuk mengikuti program Replanting ini,” ujar Kadis Pertanian dan Perkebunan Otong Heriadi, didampingi Kasi Pengelolaan dan Pemasaran Destiawati Kartika saat dijumpai Enimtv.com di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2020).

Bagi masyarakat dan kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Koperasi Unit Desa (KUD) yang ingin mendaftarkan lahannya untuk di-Replanting silahkan datang ke Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan membawa KTP, KK, Surat Sertifikat Hak Milik (SHM) Lahan/Surat Keterangan Tanah (SKT)/SPPH, Buku Rekening Bank.
Dalam setiap kelompok tani dapat mengajukan 50 ha, (Satu KK maksimal 4 ha). Setiap KK per hektare akan mendapatkan dana Rp 25.000.000 untuk modal menanam pohon sawit yang baru dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Dana tersebut merupakan hibah tanpa dikembalikan, uangnya tidak boleh disalahgunakan, harus jadi kebun sawit baru mengikuti syarat-syarat yang telah ditentukan oleh BPDPKS,” ujar Kasi Pengelolaan dan Pemasaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Lahat.

Nantinya dalam pelaksanaan Peremajaan Kelapa Sawit, para petani akan diberikan Bimbingan Teknis Online, Pendamping, Konsultasi dengan instansi terkait.
“Diharapkan masyarakat Kab. Lahat yang memiliki perkebunan Kelapa Sawit kurang produktif agar dapat memanfaatkan peluang ini, di mana hasil dari tanaman sawit (CPO) masih sangat prospektif kedepannya. Dengan meningkatnya produktivitas tanaman Sawit Rakyat, tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (Endi)








