LAHAT, ENIMTV – Dampak demo angkutan batu bara oleh emak emak di desa Prabu Menang minggu lalu, Bupati Lahat Cik Ujang, S.H. mengumpulkan seluruh perusahaan tambang batu bara yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) beserta pengusaha transportir dan galian C di wilayah Merapi Area, di Gedung Pertemuan Pemda Lahat, Selasa (22/9/2020).
Hadir pada rapat tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Agus Salman, Kadishub Sutoko, Kabag Hukum beserta instansi terkait lainnya.
Pada rapat tersebut, Cik Ujang berharap agar setiap perusahaan batu bara harus kompak dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam memberikan kompensasi dan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat yang ada di Merapi Area.

Di samping itu, Bupati Lahat juga menegaskan kepada seluruh perusahaan tambang agar selalu memberdayakan masyarakat setempat, sesuai perjanjian IUP yaitu 60% memberdayakan masyarakat lokal sisanya 40% boleh memberdayakan tenaga luar.
“Berikan kontribusi kepada masyarakat desa yang dilewati. Karena mereka semua setiap hari terkena dampak debu dari aktivitas produksi dan angkutan Batu Bara serta selalu memberdayakan masyarakat setempat,” ujar Cik Ujang.
Hasil rapat tersebut akhirnya memutuskan dibentuknya Forum Asosiasi Transportasi Angkutan Batu Bara Lahat yang diketuai oleh Bapak Pendri. Nantinya forum ini akan menjembatani keinginan masyarakat yang ada di wilayah Merapi Area.
“Persoalan debu ini nantinya bukan menjadi persoalan per desa dan kecamatan sehingga perlu dicarikan solusi secara komprehensif yang permanen,” ujar Kadishub Lahat saat dimintai keterangan oleh Enimtv.com seusai acara.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Lahat yang ikut hadir dalam rapat belum bisa memberikan keterangan secara mendetail tentang apa kewajiban dari perusahaan transportir kepada masyarakat nantinya.
“Saat ini baru membentuk kepengurusan Asosiasi. Untuk apa saja program yang akan dilakukan nantinya, Ketua Asosiasi Transportasi Angkutan Batu Bara yang akan mengurusnya,” pungkasnya. (Endi)








