Ratusan Rumah di Muara Enim Terendam Banjir, Warga Keluhkan Drainase dan Kolam Retensi

Berita, Daerah7 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Muara Enim pada Selasa (14/4/2026) dini hari menyebabkan ratusan rumah di sejumlah titik terendam banjir.

Dari pantauan awak media, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Pasar II, Air Lintangndan Tungkal, Kecamatan Muara Enim.

Selain itu, banjir juga merendam sejumlah titik di kawasan pusat kota, di antaranya depan GOR Pancasila Muara Enim, Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Panca Motor, depan Kantor Bupati Muara Enim, serta Jalan Pangeran Danal, Kelurahan Muara Enim.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim Abdurrozieq Putra, menyampaikan bahwa peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 04.00 WIB akibat curah hujan yang tinggi sehingga sistem drainase tidak mampu menampung volume air.

“Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, air meluap dan masuk ke rumah warga. Ketinggian air sempat mencapai sekitar 60 hingga 100 sentimeter,” ujar Rozieq, Selasa 14 April 2026.

Rozieq menjelaskan, banjir dipicu meluapnya Sungai Aur yang berdampak pada ratusan rumah warga di Kelurahan Air Lintang dan Pasar II.

“Di Kelurahan Pasar II tercatat sebanyak 450 kepala keluarga (KK) terdampak, Kelurahan Air Lintang 202 KK dan Tungkal 25 KK,” jelasnya.

Mendapat laporan dari masyarakat, tim BPBD Muara Enim langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pihak kelurahan setempat.

Dalam penanganan banjir ini, BPBD Muara Enim turut dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), pihak kelurahan, serta aparat TNI dan Polri.

Baca juga:  Gerak Cepat, PTBA Bantu Korban Bencana Banjir di Muara Enim

Petugas turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, evakuasi warga menggunakan perahu viber dan mesin jinjing, serta melakukan kaji cepat bencana.

“Selain evakuasi, kami juga membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa genangan air,” tambahnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Di sisi lain, warga terdampak mengeluhkan kondisi drainase dan keberadaan kolam retensi yang dinilai belum optimal.

Fitra (42), warga Pandawa Lima, Kelurahan Air Lintang, yang telah menetap selama 10 tahun, mengatakan banjir justru lebih sering terjadi sejak adanya kolam retensi.

“Sejak ada kolam retensi, banjir jadi sering. Diduga pintu keluar air terlalu kecil, sehingga air tidak lancar mengalir dan akhirnya merendam rumah warga,” ungkap Fitra.

Fitra menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding sebelumnya. Jika sebelum ada kolam retensi ketinggian air hanya sebatas mata kaki, kini air bisa mencapai dada orang dewasa.

“Padahal hujan deras hanya berlangsung beberapa jam, tapi ketinggian air bisa mencapai 1 sampai 1,5 meter,” katanya.

Fitra berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan kolam retensi agar mampu mengalirkan air dengan baik saat hujan deras.

“Harapan kami, pintu air kolam retensi bisa diperbesar supaya air mengalir lancar dan tidak lagi menggenangi rumah warga,” pungkasnya.

Baca juga:  Sungai Birek Meluap, Akses Jalan Desa Gumawang Terendam

Saat ini, kondisi banjir telah berangsur surut setelah berlangsung kurang lebih 10 jam.

Aktivitas masyarakat pun mulai kembali normal, termasuk arus lalu lintas yang sudah berjalan lancar. (Aal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *