MUARA ENIM, ENIMTV – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Prof Yassierli Ph.D. tak banyak bicara saat ditanya perihal kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan kerja pertambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Yassierli mengaku belum menerima laporan secara detail terkait insiden fatality yang melibatkan dua unit truk HD PT Pamapersada di tambang PTBA, tepatnya di area change shift Le Mans Pit SJS, Site Bangko Tengah, yang terjadi pada Sabtu 31 Januari 2026 pukul 05.00 WIB.
Hal tersebut disampaikan Menaker usai melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan kuliah umum terkait K3 di Gedung Serba Guna (GSG) Tanah Putih, Tanjung Enim, Senin 9 Februari 2026.
Agenda kuliah umum tersebut mengusung tema, meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan pendekatan people-centric safety, sekaligus peninjauan PT Bukit Asam Tbk.
Menaker Yassierli mengatakan bahwa, di momen bulan K3 ini dirinya hadir memberikan pembekalan dan arahan terkait K3.
“Kita punya pekerjaan rumah yang banyak terkait K3, tadi saya sampaikan beberapa hal, terkait tantangan yang kita hadapi,” katanya.
Dirinya juga memastikan bersama para kepala daerah untuk menjalin kolaborasi terkait ketenagakerjaan.
Saat disinggung mengenai fatality yang melibatkan dua kendaraan HD milik PT Pamapersada, dirinya mengaku bahwa belum mendengar secara detail terkait insiden tersebut.
“Saya belum dengar detail, nanti kita cek kejadiannya seperti apa,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden kecelakan kerja di areal pertambangan PTBA, diduga melibatkan dua unit truk HD di area Bangko Tengah pit SJS yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pada hari Sabtu 31 Januari 2026 melibatkan dua unit truk HD yaitu, HD 5195 dan HD 5211 milik PT Pama Persada Nusantara dimana korban merupakan operator HD 5211.
Kejadian diduga bermula saat HD 5195 yang dikendarai PE bergerak dari sisi kiri unit HD 5211, pada saat bersamaan unit HD 5195 mengalami slip menabrak unit HD 5211 yang dioperasikan oleh WN.
Saat itu, korban yang merupakan operator HD 5211 masih berada di luar kabin, yang mengalami cidera sehingga dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu 1 Februari 2026 setelah dilakukan perawatan intensif. (Aal)








