Gasifikasi, Salah Satu Pilar Bisnis PTBA ke Depan

Berita, Nasional52 views

JAKARTA, ENIMTV – Pengembangan proyek gasifikasi kini menjadi fokus PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Perusahaan pelat merah ini menilai bahwa proyek tersebut menjadi kebutuhan utama.

“Gasifikasi ini akan menjadi salah satu pilar bisnis (perusahaan) ke depan,” kata Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto, seperti dilansir dari Kontan.co.id, Senin (26/7/2021).

Suryo mengungkapkan, meski PTBA masih menguasai cadangan batubara lebih dari 3 miliar ton dan mampu digunakan hingga 100 tahun mendatang dengan rata-rata produksi 30 juta ton per tahun, dia meyakini pemenuhan kebutuhan energi saat itu tak lagi bersandar pada batubara.

“Seratus tahun yang akan datang, batubara akan ditinggalkan. Maka harus kami berdayakan secepatnya, salah satu terobosannya adalah gasifikasi batubara,” ungkapnya.

Menurut Suryo, gasifikasi sendiri akan jadi produk turunan dari batubara (coal derivative).

“Proses gasifikasi PTBA adalah mengubah batubara menjadi Dymethil Ether (DME) yang fungsinya menjadi pengganti LPG,” jelasnya.

Dalam catatan Dirut PTBA itu, Indonesia masih mengimpor LPG sekitar 7 hingga 8 juta ton per tahun. Untuk itu, proyek gasifikasi diharapkan mampu menjawab kemandirian energi.

Dia memastikan proyek gasifikasi segera berjalan. Kepastian berlanjutnya proyek gasifikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama Pengembangan DME antara PTBA, PT Pertamina, dan Air Products & Chemicals, Inc. (APCI).

“Operatinal agreement dan processing agreement sudah ditandatangani,” tegasnya.

Rencananya, proyek ini akan dilakukan di Tanjung Enim selama 20 tahun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG 1 juta ton per tahun sehingga dapat memperbaiki neraca perdagangan.

Baca juga:  PTBA dan Polda Sumsel Teken MoU Pengamanan Objek Vital Nasional

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect antara lain menarik investasi asing lainnya, juga melalui penggunaan porsi TKDN dalam proyek yang diharapkan dapat memberdayakan industri nasional dengan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Bersama Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi dan BUMN, kami sedang menggodok peraturan untuk mengelaborasi dari kerja sama ini,” kata Suryo.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi pun menilai dengan mulai diliriknya gasifikasi oleh perusahaan batubara maka akan mendorong peningkatan nilai tambah ke depannya.

“Kalau sekarang perusahaan batubara melirik gasifikasi, ini adalah langkah tepat dalam membaca peluang bisnis energi masa mendatang. Pemerintah memastikan peningkatan nilai tambah batubara bisa jadi suplai pengembangan industri dalam negeri. Jadi tidak hanya komoditas belaka,” pungkas Agung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *