Ironi Muara Enim, Lumbung Energi Tapi Krisis BBM

Berita, Daerah84 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Sungguh ironis kondisi Kabupaten Muara Enim yang dijuluki sebagai kabupaten lumbung energi, justru mengalami krisis BBM.

Dalam sepekan terakhir, masyarakat terutama pemilik kendaraan harus antre berjam-jam karena kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM), baik di SPBU maupun Pertashop wilayah Kabupaten Muara Enim.

Dari informasi dan pengamatan di lapangan, Rabu (17/9/2025), fenomena kesulitan mencari seluruh jenis BBM di Kabupaten Muara Enim, khususnya di wilayah Kota Muara Enim dan Kota Tanjung Enim dan sekitarnya masih dirasakan masyarakat akhir-akhir ini.

Bahkan, masyarakat harus antre berjam-jam hingga menyebabkan antrean kendaraan mengular dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kelangkaan tersebut mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir dan puncaknya hari ini sampai membuat kemacetan jalan lintas Sumatera, di depan SPBU Gerigis Tanjung Enim.

“Kami heran ini salahnya dimana. Katanya Muara Enim lumbung energi, namun kenyataannya krisis energi,” ujar Erson (45), salah seorang tukang ojek di Tanjung Enim.

Menurut Erson, ia merasakan kesulitan mencari BBM ini sudah beberapa hari terakhir.

Bahkan, dirinya sudah sempat berkeliling ke Muara Enim tetapi sama juga mengantre sehingga terpaksa membeli di Pertamini meski harganya mahal hingga Rp 25.000 per liter.

“Seluruh SPBU antre berjam-jam, bahkan Pertashop dan Pertamini habis dan tutup. Saya sore ini tidak lagi narik karena tidak ada minyak. Mudah-mudahan besok sudah kembali normal,” bebernya.

Baca juga:  Pemkab Muara Enim Pastikan Seluruh SPBU Beroperasi Jelang Lebaran Idulfitri

Pengawas SPBU Gerigis Tanjung Enim Suparto, mengatakan bahwa kelangkaan ini salah satu penyebabnya adalah SPBU Gerigis saat ini kena sanki pembinaan oleh Pertamina selama 1 bulan.

Konsekuensi sanksi tersebut, tidak akan dikirim BBM jenis Pertalite selama 1 bulan, efek dari menyalahi prosedur pengisian yang tidak sesuai dengan barcode dalam pengisian BBM Pertalite ke Kendaraan roda empat atas
dari pengaduan dan ditindaklanjuti dengan Tim Sidak.

“Pengiriman Pertamax juga dibatasi dari Pertamina 1 hari hanya dikirim sebanyak 8 ribu liter. Kami buka jam 06.00 WIB, kendaraan sudah antre dari Subuh sehingga pukul 10.00 WIB Pertamax sudah habis,” ujarnya.

Sedangkan, menurut Area Business Head (ABH) Pertamina Pengawas SPBU Talang Jawa Muara Enim Ilham Alif, mengatakan bahwa untuk masalah suplai Pertalite tidak ada masalah, namun yang masih menjadi kendala terkait pelayanan.

“Saat ini pompa dispenser kita masih ada yang sedang dalam proses perbaikan,” ujar Alif.

Pihaknya setiap hari mendatangkan 16 KL (kiloliter) Pertalite, namun kendalanya tempat penampungan masih terbatas. Dengan waktu operasional buka dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Kita awalnya empat dispenser untuk tiga produk, dan sekarang kita mengoperasikan tiga dispenser namun tetap tiga produk. Sebab masih ada pompa yang diperbaiki,” ujarnya.

Lanjut Ilham, untuk antisipasi kelangkaan dan mempercepat antrean, pihaknya akan melakukan optimalisasi pelayanan dan pengisian sehingga antrean lebih cepat dari biasanya.

Baca juga:  Ketua DPRD Muara Enim Sidak SPBU

Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum. mengatakan sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait kesulitan memperoleh BBM.

“Perlu kita pahami Bupati mempunyai kewenangan yang terbatas, sehingga tidak bisa mengintervensi pihak Pertamina,” ujar Edison.

Meski demikian, Edison mengungkapkan bahwa Pemkab Muara Enim tidak tinggal diam begitu saja.

“Kita sudah komunikasi dengan pihak terkait, seperti pihak SPBU dan Pertamina,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang itu pun merasa ironis, Kabupaten Muara Enim yang merupakan lumbung energi, tapi justru kelangkaan terjadi.

“Masyarakat harap bersabar karena sudah kita komunikasikan dengan Pertamina terkait kondisi di Muara Enim supaya bisa cepat diatasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Deddy Arianto Sutopo saat meninjau langsung SPBU, mengaku sangat prihatin dengan fenomena yang terjadi saat ini.

“Sebab kelangkaan BBM ini sangat meresahkan masyarakat Muara Enim,” ujar Deddy.

Untuk itu, pihaknya telah menghubungi Pertamina agar bisa segera menstabilkan kelangkaan BBM ini.

“Khusus SPBU Gerigis memang sedang kena sanksi oleh Pertamina, namun kita minta ditangguhkan dahulu sebab ini lebih urgen menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi sampai membuat macet arus lalu lintas,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Deddy, pihaknya berharap kepada Pertamina untuk bisa mengantisipasi kelangkaan BBM seperti menambah SPBU atau menjadikan operasional SPBU 24 jam sehingga mengurangi penumpukan antrean.

Baca juga:  Kelangkaan BBM di Muara Enim: Warga Antre Berjam-jam, Pengecer Jual Harga Selangit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *