oleh

Dukung Percepatan Penanganan Covid-19, Kemenhub Sediakan Fasilitas Isoman di Yogyakarta

JAKARTA, ENIMTV – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) c.q. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan stakeholder terkait mendukung percepatan penanganan Covid-19 dengan menyediakan fasilitas isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 di wilayah Yogyakarta. Fasilitas ini berlokasi di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT), PT. KAI Daop 6 Yogyakarta di Lempuyangan yang dapat digunakan oleh pasien covid-19 dari masyarakat umum, pegawai Ditjen Perkeretaapian dan pegawai PT. KAI (Persero).

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Zulmafendi, mengatakan bahwa fasilitas ini menjadi pilihan ruang isolasi bagi para pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan guna memutus penularan dan meningkatkan peluang kesembuhan.

“Dengan isolasi mandiri terpusat, maka diharapkan proses pemulihan bisa lebih cepat dan mencegah penularan kepada keluarga jika melakukan isoman di rumah.” jelas Zulmafendi.

Baca juga:  Sinergitas Cegah Peredaran Narkotika Melalui Jalur Laut, KPLP Gabung Tim Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2021

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa penyediaan fasilitas isolasi ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dari beberapa stake holder baik Pusat maupun Daerah.

“Penyediaan fasilitas isolasi ini adalah bentuk dukungan bersama instansi Pusat, dalam hal ini DJKA Kemenhub dengan unsur Daerah antara lain Dinas Sosial Provinsi DIY, RS Universitas Gadjah Mada, dan PT. KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta, untuk membantu mempercepat penanganan Covid-19,” tegas Zulmafendi.

Fasilitas isolasi mandiri ini memiliki 54 kamar mess (maksimal 4 orang/kamar) dengan kapasitas 220 tempat tidur dan 10 guest house. Fasilitas lainnya adalah ruang tamu, kamar mandi umum (mess), kamar mandi pribadi (guest house), lapangan olahraga, musholla, jogging track, area parkir, penanganan limbah medis dan laundry khusus.

Baca juga:  Pemerintah Izinkan 102 Wilayah Laksanakan Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

Selama isoman, pasien akan mendapatkan konsumsi berupa makanan dan snack tiga kali sehari, ditambah vitamin dan obat-obatan serta kunjungan tenaga kesehatan secara berkala. Apabila diperlukan penanganan lanjut, pasien akan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut.

Pasien Covid-19 tanpa gejala bisa diterima di fasilitas ini sesuai dengan SOP Kesehatan yang dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 DIY dan Pemerintah Daerah.

“Calon pasien yang akan diisolasi di sini bisa mendapatkan surat pengantar atau rekomendasi dari Puskesmas tentunya yang positif dengan gejala ringan dan ini gratis,” jelas Zulmafendi.

Baca juga:  Buka Bimtek SMSI, Herman Deru Akui Merasa Terbantu Oleh Media

Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat yang menjalani isolasi disini, akan mendapatkan penanganan khusus dan diawasi tenaga kesehatan. Jika ada masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang positif dengan gejala ringan disarankan bisa memanfaatkan fasilitas isolasi di BPTT ini. Pasien secara optimal akan mendapatkan perawatan yang tepat sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat. “Sejak dibuka tanggal 16 Agustus lalu, sudah ada 3 pasien yang melakukan isoman di sini dari masyarakat, pelaku perjalanan dan pegawai PT.KAI”. tutup Zulmafendi. (*)

Sumber: BKIP Kemenhub

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *