MUARA ENIM, ENIMTV – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Salah satunya melalui peternakan ayam petelur yang mampu menghasilkan sekitar 1.800 butir telur atau setara 120 kilogram setiap bulan.
Kalapas Muara Enim Auliya Zulfahmi melalui Kasi Binadik Giatja Julianto Andriano Silalahi, menyampaikan bahwa budidaya ayam petelur tersebut merupakan bagian dari program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dikembangkan sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang peternakan,” ujar Julianto, Selasa 13 Oktober 2026.
Julianto menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Lapas Muara Enim mengelola sekitar 100 ekor ayam petelur yang dilengkapi dengan kandang dan pakan.
“Sarana tersebut merupakan bantuan dari PT Tanjung Enim Lestari (TEL) melalui kerja sama dengan Lapas Muara Enim,” jelasnya.
Masih dikatakan Julianto, hasil produksi telur dari budidaya tersebut turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan.
“Dengan demikian, kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan,” katanya.
Julianto mengungkapkan bahwa, jumlah ayam petelur ini ke depannya direncanakan akan ditambah melalui kerja sama dengan perusahaan yang menjadi mitra Lapas Muara Enim.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memperluas manfaat program pembinaan kemandirian,” ungkapnya.
Julianto menegaskan, melalui pengembangan program SAE, Lapas Muara Enim berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
“Tentunya ini juga sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan,” pungkasnya. (Aal)








