Launching UMKM Baznas Membara, Bupati Edison Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada 200 Mustahik

Berita, Daerah8 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum. secara resmi meluncurkan Program UMKM Baznas Membara yang ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan modal usaha kepada 200 mustahik di Kabupaten Muara Enim, bertempat di Balai Agung Serasan Sekundang, Rabu 3 Juni 2026.

Program ini menjadi salah satu upaya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muara Enim dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

Hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Ketua Baznas Muara Enim A. Nizomi, S.Ag., Wakil Ketua I Al-Azhar, S.Sos.I., Wakil Ketua II Fuad Setiawan, Wakil Ketua III H. Zulkarnain, S.Kom., M.Kom, Wakil Ketua IV Aswin Suhendra, S.H.I., para Forkopimda serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Bupati Edison menegaskan bahwa keberhasilan Baznas tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

Karena itu, dirinya mendorong pengurus Baznas yang baru untuk bekerja secara profesional, amanah, dan transparan.

Menurutnya, salah satu alasan dilakukan regenerasi kepengurusan Baznas adalah untuk menghadirkan pengelola yang lebih energik namun tetap memiliki pemahaman agama yang baik, sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

“Saya ingin membangun trust building atau kepercayaan masyarakat terhadap Baznas. Banyak umat Islam yang memahami kewajiban zakat, tetapi mereka harus yakin bahwa zakat yang disalurkan benar-benar dikelola secara amanah dan sampai kepada yang berhak menerimanya,” ujar Edison.

Baca juga:  Pemkab Muara Enim Rencana Bangun Gedung RSUD Rabain 13 Lantai

Edison menjelaskan, sejak awal dirinya telah mengingatkan pengurus Baznas agar mengelola dana zakat secara transparan dan bertanggung jawab.

Ia juga mengaku terus memantau perkembangan penghimpunan dan penyaluran dana zakat meskipun tidak masuk hingga ke rincian administrasi.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) menyisihkan 2,5 persen penghasilannya serta tunjangan pegawai melalui Baznas.

Hasilnya, penghimpunan zakat yang sebelumnya hanya sekitar Rp70 juta per bulan kini meningkat hingga mendekati Rp300 juta per bulan.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran berzakat mulai tumbuh. Kalau dikalikan dalam setahun nilainya sudah lebih dari miliaran rupiah dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Namun demikian, Edison meminta Baznas tidak hanya mengandalkan penghimpunan zakat dari ASN. Ia mendorong pengurus memiliki jiwa kewirausahaan dengan menggali berbagai potensi zakat dan infak dari sektor swasta, perusahaan, serta dunia usaha yang ada di Kabupaten Muara Enim.

Menurutnya, ribuan karyawan perusahaan yang bekerja di Kabupaten Muara Enim merupakan potensi besar yang perlu diedukasi mengenai zakat penghasilan.

Pemerintah daerah siap mendukung upaya Baznas untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam menghimpun dana zakat secara lebih optimal.

“Baznas harus kreatif dan memiliki jiwa entrepreneurship. Jangan hanya menunggu zakat masuk lalu disalurkan. Potensi yang ada di Muara Enim sangat besar dan harus dikelola dengan baik agar penerima manfaat semakin banyak,” tegasnya.

Baca juga:  Herman Deru Resmikan GOR Sepak Takraw Kabupaten Muara Enim

Selain itu, Bupati juga meminta Baznas memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menghadirkan sistem pelaporan yang terbuka melalui media sosial dan platform digital.

Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan transparansi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Baznas.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Muara Enim A. Nizomi, S.Ag. menjelaskan bahwa pada tahap awal Program UMKM Baznas Membara, bantuan modal usaha diberikan kepada 200 mustahik dari target sebanyak 500 penerima manfaat sepanjang tahun 2026.

Penerima bantuan terdiri dari para pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro yang telah melalui proses verifikasi sehingga dipastikan layak menerima bantuan modal usaha.

“Kami pastikan setiap pelaku UMKM yang menerima bantuan benar-benar sesuai kriteria dan membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya,” jelas Nizomi.

Selain itu, para penerima bantuan UMKM Baznas Membara ini juga mendapatkan manfaat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menambahkan, selain program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha, Baznas Muara Enim juga menjalankan berbagai program sosial lainnya seperti bedah rumah, bantuan biaya akomodasi kesehatan, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, bantuan rutin untuk fakir miskin, bantuan bagi ibnu sabil yang terlantar, hingga program dakwah dan pembangunan sarana ibadah.

Menariknya, manfaat program Baznas tidak hanya dirasakan umat Islam, tetapi juga masyarakat dari kalangan non-Muslim yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

Baca juga:  Resmikan 704 CPNS, Bupati Muara Enim Harapkan Bawa Perubahan untuk Kemajuan

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha. Hari ini menerima bantuan, mudah-mudahan ke depan para penerima manfaat dapat menjadi pribadi yang mandiri dan bahkan ikut membantu sesama,” pungkasnya.

Dengan diluncurkannya Program UMKM Baznas Membara, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. (Aal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *