Bupati Edison Rotasi 6 Pejabat Eselon II

Berita, Daerah23 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Enam bulan menjabat sebagai kepala daerah, Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum. merotasi enam pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim untuk menempati jabatan baru.

Pelantikan enam pejabat eselon II tersebut berlangsung di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Selasa 19 Agustus 2025.

Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Muara Enim Hj. Sumarni, Sekretaris Daerah Ir. Yulius, M.Si., Forkopimda, Asisten, Para Kepala OPD dan Camat.

Enam pejabat eselon II yang dilantik dan menempati jabatan baru, yakni Drs. Andi Wijaya, M.M. menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Isdrin, S.T. menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).

Kemudian, Juli Jumatan Nuri, S.E. menjabat sebagai Staf Ahli Bupati, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Suhermansyah, S.T., M.Eng. menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebelumnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat, Holika, M.Si. dilantik menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan, dan Muflih, menjabat sebagai Staf Ahli Bupati, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan.

Bupati Edison juga menyerahkan SK Plt Kepala Dinas, yakni Drs. Andi Wijaya, M.M. menjabat Kepala Dinas Parekraf, M. Tarmizi Ismail menjabat Kepala BPKAD, Muflih menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Hermin Eko Purwanto menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Vera Sari, S.H., M.H. menjabat sebagai Kepala Inspektorat.

Baca juga:  Bupati Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Syiar Islam

“Rotasi ini hal yang biasa dalam organisasi. Oleh karena itu, ASN harus bekerja semaksimal mungkin untuk pencapaian prestasi. Karena ada target yang ditetapkan visi misi dalam waktu tertentu harus tercapai. Kalau tidak tercapai salah satu sudut penilaian, apakah akan diteruskan atau diganti,” tegas Edison.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa ASN jangan dibiasakan loyal kepada pimpinan, tetapi loyal bekerja. Kalau ASN loyal bekerja, artinya loyal kepada rakyat.

“Jika proyeksi program pekerjaan tercapai selama setahun berhasil, artinya pembangunan untuk rakyat tercapai. Tapi, jika pejabat loyal kepada Bupati, namun pekerjaannya amburadul tidak sejalan dengan kita,” tutupnya. (Aal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *