oleh

Dinilai Tidak Becus Urus Musi Rawas, LSM Pucuk Minta Bupati Mundur

MUSI RAWAS, ENIMTV – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pucuk secara tegas menolak dan tidak setuju rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) yang akan melakukan peminjaman sebesar Rp300 miliar pada pihak ketiga. Hal itu diungkapkan Ketua LSM Pucuk Fendi saat diwawancara wartawan, Rabu (31/08/22).

“Secara pribadi saya menolak atas rencana Pemkab Mura akan meminjam uang sebesar Rp300 miliar kepada pihak ketiga, karena kurang elegan. Musi Rawas ini lumbungnya Sumber Daya alam (SDA), ada banyak yang bisa diefektifkan, contohnya kitakan ada penyertaan modal dari Bank Sumsel Babel itu berapa miliar, serta ada beberapa BLUD dari Pemkab Mura kepada pihak ketiga,” ungkap Fendi.

Lebih lanjut, Fendi mengatakan, apabila itu masih dilakukan oleh pihak Pemkab Mura, maka akan membebani APBD tahun berikutnya, apalagi beban bunga pinjaman itu sangat besar sekitar 4-9 %, lebih baik Bupati mengefektifkan dana yang ada.

Baca juga:  Presiden Jokowi Buka Rakornas Indonesia Maju

“Apa dengan peminjaman dana itu dipastikan APBD kita ke depannya nanti akan baik-baik saja. sebenarnya dengan kata lain Bupati Mura kita sekarang ini tidak becus mengurus Musi Rawas, lebih baik bupati mundur saja, karena masih banyak orang yang bisa mengurus Musi Rawas ini lebih baik,” pinta Fendi.

Saat ditanya wartawan apakah dengan minusnya APBD Mura Tahun 2023 sebesar Rp300 miliar apakah efisiensi dari pusat? Dirinya dengan tegas menjawab bahwa kalau efisiensi dari pusat memang sebelumnya Musi Rawas sudah kena efisiensi akibat Covid, bahwasanya program Visi Misi bupati sekarang ini tidak ada yang berkaitan untuk perkembangan ekonomi, semuanya hibah. hibah yang bernuansa politik, seperti dana untuk Santunan kematian, Pengadaan mobil ambulance 1 desa 1 ambulance, Jalan mulus merata sampai ke pelosok desa, 1 kecamatan 1 alat berat, dan lainnya. tidak ada yang membangun untuk perkembangan ekonomi, semuanya menghabiskan anggaran saja.

Baca juga:  Ringankan Beban Masyarakat, Polres Lahat Bagikan Ratusan Sembako dan Nasi Kotak

“Saya pesimis program bupati tidak akan terwujud, dengan dasar inilah kita menolak bupati untuk meminjam dana kepada pihak ketiga. yang cocoknya lagi OPD seperti Bappeda menjadi season maker ini tidak ada fungsinya sama sekali, bagaimana cara mengambil dana dari pusat dan pihak ketiga yang berpotensi untuk dikembangkan di Musi Rawas,” ucap Fendi.

Masih dikatakan Fendi, kenapa ini bisa dibilang defisit Rp300 miliar, memang sangat wajar. hampir dua tahun kepemimpinan bupati, untuk tahun ke depan, Musi Rawas akan defisit terus jika tidak dibenahi posisi atau kinerja bupati mengenai Visi Misi-nya.

Baca juga:  Sekda Muara Enim Buka Kegiatan Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Instansi Pemkab. Muara Enim

“Alangkah bagusnya bupati mengefektifkan saja APBD yang ada, tidak usah meminjam,” harap Fendi.

Saat ditanya wartawan kembali bagaimana cara untuk mengatasi defisit anggaran tersebut? Fendi menjawab, efektifkan OPD, karena selama ini OPD-OPD ini bekerja tidak secara maksimal, dan selama ini bupati menempatkan orang-orang yang tidak profesional sesuai dengan bidangnya, seperti Dinas BPPRD dan Perizinan, mungkin karena ini ada unsur nepotismenya.

“Pada intinya bupati menempatkan orang-orang yang tidak bisa bekerja, sehingga bukan tidak mungkin, kacaunya Musi Rawas sekarang ini ada di tangan bupati sekarang. Karena dinilai bupati tidak becus ngurusi Musi Rawas, silahkan mundur saja,” pungkasnya. (SMSI Silampari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *