oleh

Polisi Ungkap Kasus Pengoplosan Gas Elpiji 3 Kg, Dua Orang Ditetapkan Tersangka

JAKARTA, ENIMTV – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan pengoplosan elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayah Jakarta dan Bekasi. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dirtipidter Brigjen Pipit Rismanto mengatakan tersangka kasus ini diduga menyuntikkan isi dari tabung 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 dan 50 kilogram alias nonsubsidi.

“Kami melakukan penegakan hukum terkait adanya penyalahgunaan elpiji dari subsidi kilogram yang kemudian disuntik dipindahkan menjadi 12 dan 50 kilogram,” ujar Pipit di Mabes Polri, Rabu (13/4/2022).

Baca juga:  DPO Penganiayaan Ketua IWO Banyuasin, Tewas Ditembak

Brigjen Pipit Rismanto mengatakan tersangka kasus ini diduga menyuntikkan isi dari tabung 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 dan 50 kilogram alias nonsubsidi. Pipit menyebut dugaan pengoplosan gas bersubsidi ini terjadi di dua lokasi, yakni di Desa Burangkeng, Kabupaten Bekasi, dan di Jatinegara, Jakarta Timur.

“Dua orang pelaku yang sudah diamankan berinisial FG dan JR,” papar Pipit.

Baca juga:  Tim Tarantula Polsek Rambang Dangku OTT 2 Pelaku Pemerasan Kontraktor

Brigjen Pipit mengatakan isi dari tabung gas 3 kg dipindahkan menggunakan selang regulator. Gas nonsubsidi yang sudah dioplos itu nantinya dijual dengan harga di bawah pasaran.

“Ukuran 12 dan 50 kilogram dijual dengan harga di bawah standar dengan market yang mungkin di market-market kecil atau warung-warung,” ucapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 2.214 tabung elpiji ukuran 3 kg, 702 tabung gas ukuran 12 kg, 54 tabung gas ukuran 50 kg, 168 selang regulator, serta 6 timbangan elektronik.

Baca juga:  Instruksi Kapolda Sumsel yang Baru kepada Jajaran: Tidak Ada Toleransi Tambang Ilegal

Kedua tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 8 ayat 1 huruf b dan c Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 2 miliar. (*)

Sumber: Divisi Humas Polri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *