oleh

Polda Sumsel Ungkap Kasus Pengoplosan Solar Beromzet Miliaran Rupiah Per Hari di Muara Enim

PALEMBANG, ENIMTV – Polda Sumsel berhasil mengungkap aktivitas pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) solar industri dengan dicampur minyak mentah ilegal di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Enam orang tersangka yang diduga mengoplos BBM tersebut turut diamankan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto didampingi Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany, mengatakan bahwa Polda mendapatkan laporan BPH Migas yang menduga ada aktivitas pengoplosan tersebut sehari sebelum penangkapan.

“Saat dicek ke lokasi bersama BPH Migas ditemukan aktivitas pengoplosan. Tersangka langsung ditangkap untuk diperiksa ke Mapolda,” kata Toni, seperti dilansir dari ANTARA, di Palembang, Selasa (22/3/2022).

Baca juga:  Polres Muara Enim Gelar Upacara Sertijab Kasat Intelkam dan Kasat Binmas

Adapun enam orang tersangka yang diamankan berinisial SA (41), TR (40), ED (53), HO (41), LE (41), dan Tr (50), mereka merupakan warga Desa Karang Agung, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumsel.

“Para tersangka ditangkap Tim Aparat Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus di Jalan lintas Prabumulih, Desa Tanjung Terang, Muara Enim, pada Jumat (11/3) dini hari,” jelas Toni.

Toni memastikan polisi akan mendalami kasus yang diduga beromzet miliaran rupiah per hari itu hingga mengungkap siapa pelaku pemberi modal.

Baca juga:  Terjadi Karhutla di Lahan Seluas 2 Hektare di Desa Pulau Panggung Semende

“Akan kami dalami lebih lanjut sehingga tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain nantinya,” kata dia.

Polisi menyita barang bukti berupa dua unit mobil truk tangki berisi BBM solar 16 ribu liter masing-masing bernomor polisi BG-8125-NL dan BG-8126-NL, empat truk tangki berkapasitas masing-masin lima ribu liter, 34 sak tepung pemurnian minyak nabati, lima ribu liter minyak yang sudah dioplos, dan 10 ribu liter minyak sulingan.

Kemudian, lima lembar surat operasional pengantaran barang PT PLM, satu lembar tiket timbangan berwarna kuning PT GMS, satu nota, buku catatan, dan beberapa jeriken plastik berisikan minyak.

Baca juga:  Polres Lahat Gelar Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pilkades Pengamanan Serentak Tahun 2021

Atas perbuatan tersebut para tersangka dikenakan Pasal 54 Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) di mana setiap orang yang meniru atau memalsukan BBM dan gas bumi dan hasil olahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.